Gapura Sekolah Ambruk Timpa Siswa dan Orang Tua, Disdikpora Perintahkan Audit Infrastruktur Menyeluruh

Berita, Cianjur1 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Insiden membahayakan keselamatan jiwa kembali mencoreng dunia pendidikan daerah. Sebuah gapura sekolah berusia satu dekade di SDN Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, ambruk dan menimpa seorang siswi kelas V berinisial N bersama ayahnya, Erik, Senin pagi. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pendarahan di bagian kepala dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika sang ayah mengantar Nazwa ke sekolah. Di tengah guyuran hujan, keduanya memutuskan untuk berteduh di area sekitar gapura sebelum memasuki ruang kelas.

banner 336x280

“Siswi tersebut diantar ayahnya bersekolah. Tapi karena hujan, keduanya berteduh sebelum masuk ke ruang kelas,” ujar Ruhli, Rabu (28/10/2026).

Namun, kondisi fisik bangunan yang telah termakan usia membuat struktur tersebut tak mampu menahan beban cuaca. Gapura yang berdiri sejak 10 tahun lalu itu mendadak runtuh dan langsung menimpa tubuh kedua korban.

“Gapurnya memang sudah tua dan diduga lapuk. Sehingga saat diguyur hujan deras, ambruk kemudian menimpa siswi dan ayahnya yang sedang berteduh,” tambahnya.

Penanganan Medis dan Jaminan Pembiayaan

Dari aspek medis, Kepala Bidang Medis RSUD Sayang Cianjur, dr. Nurul Hadi, mengonfirmasi bahwa pasien tiba di instalasi gawat darurat pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Berdasarkan asesmen awal, korban didiagnosis mengalami cedera kepala ringan akibat hantaman material bangunan.

“Pasien datang dalam kondisi cedera kepala ringan berdasarkan penilaian awal. Saat ini sedang ditangani dokter spesialis bedah saraf dan direncanakan menjalani operasi pada malam hari,” kata dr. Nurul.

Meski masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi secara terbatas, korban saat ini ditempatkan di ruang perawatan Dahlia 2 kamar 04 guna memulihkan kondisi fisik serta meminimalkan risiko kelelahan. Pihak rumah sakit memastikan seluruh tindakan medis lanjutan disesuaikan dengan hasil observasi klinis yang ketat.

Terkait beban finansial, keluarga korban tidak perlu khawatir. Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi mengambil alih seluruh tanggungan biaya pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh total.

“Terkait soal pembiayaan, untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat menanggung seluruh biaya pengobatan pasien, sehingga tidak ada masalah terkait biaya perawatan,” tegas Nurul.

Instruksi Tegas: Audit Infrastruktur Satuan Pendidikan

Menanggapi insiden ini, Disdikpora Kabupaten Cianjur tidak tinggal diam. Ruhli menyatakan pihaknya akan segera merekonstruksi ulang gapura SDN Kertajadi dengan struktur yang lebih kokoh dan memenuhi standar keamanan bangunan.

Lebih lanjut, sebagai langkah mitigasi jangka panjang guna mencegah terulangnya insiden serupa di tengah ancaman cuaca ekstrem, Disdikpora mengeluarkan instruksi darurat kepada seluruh kepala satuan pendidikan di Kabupaten Cianjur.

“Untuk setiap sekolah saya minta Kepseknya mengecek dari gapura, pagar, hingga ruang kelas. Segera laporkan jika ada yang rusak atau terancam ambruk. Kami akan upayakan perbaikan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” ujar Ruhli.

Selain struktur bangunan fisik, pihak dinas juga meminta sekolah-sekolah untuk mengidentifikasi potensi bahaya dari lingkungan sekitar, termasuk pepohonan tua yang berada di area halaman sekolah. Pemangkasan dahan secara berkala serta peremajaan pohon diwajibkan demi menjamin keselamatan peserta didik menyambut puncak musim penghujan.

“Kalau ada pohon yang tua, dipangkas rantingnya. Jika memang sudah lapuk diganti dengan pohon baru agar tak mengancam keselamatan siswa saat nanti masuk musim hujan,” pungkasnya. (DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *