Berkah Ramadan, Omzet Perajin Kolang-Kaling Cugenang Tembus Rp500 Ribu per Hari

Berita, Cianjur81 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Momentum Ramadan 1447 H membawa angin segar bagi pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur. Para perajin kolang-kaling di Kampung Kedunghilir, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, melaporkan lonjakan permintaan yang signifikan seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan bahan baku takjil.

Lonjakan Permintaan dan Kapasitas Produksi

banner 336x280

Salah satu perajin setempat, Sayuti, mengungkapkan bahwa pesanan mulai mengalir deras sejak hari pertama puasa. Saat ini, rata-rata volume produksi mencapai satu kuintal (100 kg) per hari.

Sementara distribusi pemasaran dilakukan secara langsung melalui skema home-selling kepada pedagang pasar tradisional maupun konsumen retail.

Di tingkat produsen, kolang-kaling dibanderol seharga Rp10.000/kg. Sementara di pasar, harga komoditas ini tereskalasi hingga mencapai Rp15.000 – Rp17.000/kg.

Dengan volume penjualan saat ini, perajin mampu mengantongi pendapatan bruto hingga Rp500.000 per hari.

“Sejak hari pertama bulan Ramadan pesanan dan pembeli yang datang terus meningkat. Biasanya makin dekat Lebaran, permintaan semakin ramai,” ujar Sayuti saat ditemui sedang mengolah kolang-kaling, Sabtu (28/2/2026).

Kendala Bahan Baku dan Tantangan Produksi

Sayuti menambahkan, meski permintaan pasar melambung, industri rumahan yang dikelola secara turun-temurun ini mulai menghadapi tantangan. Ketersediaan pohon aren di wilayah Cugenang yang kian menyusut memaksa perajin melakukan ekspansi pencarian bahan baku ke wilayah lain, seperti Cipanas, Cibeber dan Cikalongkulon.

“Produksi tahun ini sedikit terkendala karena bahan baku mulai langka di lokal, sehingga volume produksi tidak semaksimal tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Alur Produksi Tradisional

Untuk menghasilkan tekstur kolang-kaling yang berkualitas, perajin masih mempertahankan proses pengolahan tradisional yang memakan waktu sekitar tiga hari dengan cara biji aren direbus selama 1–2 jam, pengupasan kulit dan pencucian intensif, penumbukan biji untuk mendapatkan bentuk yang ideal dan terkahir perendaman selama tiga hari untuk menghilangkan getah dan menjaga kesegaran.

Para perajin memprediksi puncak permintaan akan terus merangkak naik hingga pertengahan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejalan dengan tradisi masyarakat dalam menyajikan penganan manis di hari raya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *