detakpublik, CIANJUR — Kondisi Jalan Nasional Lingkar Selatan di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, dikeluhkan para pengguna jalan akibat kerusakan yang kian parah. Banyaknya lubang dan permukaan jalan yang bergelombang dinilai membahayakan keselamatan pengendara, khususnya kendaraan roda dua.
Jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Bandung–Sukabumi yang setiap hari dilintasi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan berat. Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga kerap memicu kecelakaan serta mempercepat kerusakan kendaraan.
Salah seorang pengemudi angkutan air, Ujang Sutisna, mengatakan kondisi jalan rusak telah berlangsung sekitar lima hingga enam bulan tanpa penanganan signifikan.
“Lubang dan gelombang di jalan sangat membahayakan. Kecelakaan sering terjadi, terutama pengendara motor. Kendaraan saya juga cepat rusak,” ujar Ujang, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan terlihat dari banyaknya retakan dan lubang besar di sejumlah titik. Hanya sebagian kecil ruas jalan yang masih layak dilalui dengan aman. Akibatnya, komponen kendaraan seperti velg dan baut roda kerap mengalami kerusakan.
“Biaya perawatan jadi meningkat, sementara penghasilan tidak maksimal,” tambahnya.
Sebagai pengguna rutin jalur tersebut, Ujang menilai struktur jalan sudah tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas setiap hari. Ia pun mengkhawatirkan dampak kerusakan jalan menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran.
“Kalau nanti ramai pemudik dan belum diperbaiki, risikonya semakin besar,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Asep Nurdian. Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk dalam dua pekan terakhir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Pengendara sering menghindari lubang dengan mengambil jalur tengah atau pinggir jalan. Itu rawan tabrakan. Sudah beberapa kali ada yang jatuh,” ujarnya.
Asep juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum di sejumlah titik, yang memperparah risiko kecelakaan pada malam hari.
“Kalau malam gelap, lubang tidak kelihatan, apalagi kalau tergenang air. Sangat berbahaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suandi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan instansi terkait untuk mempercepat perbaikan jalan.
“Sejak awal bertugas, kami langsung berkomunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar perbaikan bisa segera ditindaklanjuti, termasuk di sejumlah titik yang sempat viral,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepolisian terus mendorong penanganan menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak demi keselamatan pengguna.
Selain itu, AKP Aang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas, terutama ketika hujan turun karena lubang jalan sering tertutup genangan air.
“Kami minta pengendara, khususnya roda dua, lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan,” katanya.
Pihak kepolisian berharap perbaikan Jalan Nasional Lingkar Selatan dapat segera direalisasikan guna meminimalisir risiko kecelakaan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama menjelang meningkatnya volume kendaraan pada musim mudik Lebaran.












