detakpublik, CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi menghapus program mudik gratis pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut diambil sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, sehingga alokasi dana untuk bantuan transportasi Lebaran tahun ini tidak tersedia.
Program yang selama ini menjadi andalan masyarakat, khususnya warga wilayah selatan Kabupaten Cianjur, terpaksa dihentikan sementara setelah tidak masuk dalam skema pembiayaan tahun anggaran 2026.
Rasionalisasi Anggaran Jadi Faktor Utama
Kepala Seksi Angkutan Orang Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Eri Haryanto, membenarkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama ditiadakannya program mudik gratis tahun ini.
“Untuk tahun ini, program mudik gratis menuju wilayah Cianjur selatan tidak dapat dilaksanakan. Keputusan ini merupakan imbas langsung dari efisiensi anggaran pemerintah pusat,” ujar Eri, Sabtu(28/2/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya program tersebut rutin melayani ratusan pemudik dengan melibatkan puluhan armada angkutan umum, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Buka Peluang Kolaborasi Swasta
Eri menambahkan, meski tidak didukung dana APBD, Dishub Cianjur tetap membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta, lembaga sosial, maupun donatur yang berminat menggelar mudik gratis secara mandiri.
Pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan teknis, mulai dari perizinan, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan jalur.
“Jika ada pihak yang bersedia menyelenggarakan mudik gratis, kami siap mendampingi agar pelaksanaannya berjalan aman dan tertib,” kata Eri.
Kekhawatiran Warga Meningkat
Peniadaan program mudik gratis menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait potensi kenaikan tarif angkutan umum menjelang Lebaran.
Seperti yang diungkapkan Deris (43), warga Desa Cijati, mengaku selama ini sangat terbantu dengan fasilitas tersebut. Ia menyebut, biasanya pendaftaran mudik gratis sudah dibuka sejak awal Ramadan.
“Tanpa mudik gratis, biaya pulang kampung jadi jauh lebih berat. Apalagi menjelang Lebaran, tarif ke wilayah selatan biasanya naik drastis,” keluhnya.
Harapan ke Depan
Pemerintah daerah berharap, keterbatasan anggaran tidak menghilangkan semangat pelayanan kepada masyarakat. Pemkab Cianjur menargetkan, melalui kolaborasi lintas sektor, program mudik gratis tetap dapat dihadirkan kembali pada tahun-tahun mendatang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan transportasi resmi demi keamanan dan kenyamanan selama musim mudik.












