detakpublik – Mantan Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, resmi menanggalkan jabatannya di kepengurusan PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur. Langkah politik ini diklaim murni sebagai keputusan personal guna memprioritaskan pendampingan keluarga dan hilirisasi sektor pertanian.
Dalam keterangan resminya, Herman menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut telah melalui pertimbangan matang tanpa adanya tekanan eksternal maupun friksi internal di tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Fokus Pemulihan Kesehatan Istri
Alasan kemanusiaan menjadi poin sentral dalam keputusan ini. Herman menyatakan ingin mencurahkan waktu sepenuhnya untuk mendampingi sang istri yang saat ini sedang dalam masa pemulihan kesehatan.
“Kehadiran langsung sebagai pendamping keluarga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda. Ini keputusan pribadi yang saya ambil dengan tenang,” ujar Herman saat ditemui di Jamaras Agro Farm, Minggu (18/1/2026).
Transisi Pasca-Birokrasi: Jamaras Agro Farm
Setelah 36 tahun mengabdi di birokrasi pemerintahan, Herman kini memilih jalur pengabdian baru melalui sektor riil. Ia mengungkapkan rencana untuk fokus mengelola Jamaras Agro Farm, sebuah langkah yang ia sebut sebagai fase transisi produktif.
“Pengabdian tidak selalu harus melalui jabatan struktural. Ada fase kehidupan yang perlu dijalani dengan ritme berbeda,” tuturnya.
Status Hubungan dan Prosedur Formal
Meski mundur dari struktur organisasi, Herman menjamin hubungan personal dan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan tetap berjalan harmonis. Secara administratif, surat pengunduran diri telah dilayangkan kepada tiga tingkatan kepengurusan yaitu ke DPP PDI Perjuangan (Pusat), DPD PDI Perjuangan Jawa Barat (Provinsi) dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur (Cabang).
Herman menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa masa jeda ini merupakan momentum refleksi diri untuk menata ulang peran publiknya di masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat Cianjur.












