detakpublik– Ratusan hektare sawah di Desa Nanggalamekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami gagal panen akibat serangan ribuan burung yang berlangsung hampir dua pekan terakhir. Serangan terjadi saat tanaman padi memasuki masa panen, menyebabkan bulir padi habis dimakan dan banyak tanaman menjadi hampa.
Ketua Kelompok Tani Kampung Pasir Angin, Ikin Sodikin, menyebutkan bahwa intensitas serangan kali ini merupakan yang terparah dalam sejarah pertanian di wilayah tersebut. Berbeda dengan musim tanam sebelumnya yang bersifat lokal, serangan ribuan burung jenis pipit dan kepala putih kini menyasar hampir seluruh area persawahan.
“Jika musim sebelumnya serangan hanya sporadis, kali ini menyeluruh. Dari total 120 hektare, banyak yang sudah masuk kategori gagal panen total, baik yang siap panen maupun yang baru akan panen satu minggu ke depan,” ujar Ikin, Selasa (20/1/2026).
Kombinasi antara hama burung dan penyakit tanaman membuat hasil panen merosot ke titik terendah. Teten Sopiandi (45), salah satu petani terdampak, memaparkan penurunan drastis pada hasil produksinya.
“Normalnya dalam satu hektar bisa panen menghasilkan gabah 7-8 ton. Namun kondisi saat ini dengan adanya serangan burung dan hama lainnya paling 1 kwintal per hektare,” keluh Teten.
Untuk menyelamatkan sisa lahan yang masih produktif, petani kini terpaksa mengeluarkan biaya ekstra guna memasang jaring pelindung. Namun itupun harus mengeluarkan biaya ekstra yaitu Rp60.000 per unitnya.
Menurut Teten, hingga kini belum diketahui secara pasti asal datangnya gerombolan burung pipit tersebut. Namun, ia menilai serangan kali ini merupakan yang terparah dibandingkan musim-musim sebelumnya.
“Kemungkinan ini burung pendatang. Dulu memang pernah ada serangan, tapi tidak separah sekarang. Kerusakan kali ini sangat masif,” ungkapnya.
Para petani berharap adanya perhatian dan langkah penanganan dari pihak terkait untuk meminimalisasi kerugian, mengingat tanaman padi yang tersisa saat ini menjadi harapan terakhir menjelang panen raya.












