20 Ribu Ton Beras Disiapkan Bulog untuk Amankan Pasokan Lebaran di Cianjur-Sukabumi

Berita, Cianjur5 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Perum Bulog Subdivre Cianjur memastikan ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Meski muncul kekhawatiran terkait dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan, cadangan beras yang tersimpan di gudang Bulog dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Yanto Nurdianto, mengungkapkan bahwa total stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 20.000 ton. Jumlah tersebut terdiri dari 17.000 ton persediaan yang telah tersimpan di gudang serta sekitar 3.000 ton tambahan dari hasil penyerapan gabah petani yang masih dalam proses pengolahan.

banner 336x280

“Persediaan ini merupakan cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Cianjur dan Sukabumi. Selain itu, proses penyerapan gabah petani juga masih terus berjalan,” ujar Yanto kepada awak media, Senin (18/3/2026).

Dalam mendukung distribusi dan penyimpanan, Bulog mengandalkan dua gudang utama yang berada di kawasan Bojong dan Bojongherang. Selain itu, sejumlah gudang penyangga turut difungsikan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan beras.

Di sisi lain, Bulog juga terus mengintensifkan penyerapan gabah dari petani lokal. Saat ini, rata-rata volume penyerapan mencapai sekitar 300 hingga 400 ton per hari sebagai upaya memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Memasuki musim kemarau, kualitas gabah yang dihasilkan petani pun dinilai mengalami peningkatan. Rendahnya kadar air pada gabah membuat proses penggilingan menghasilkan rendemen beras yang lebih baik dibandingkan saat musim penghujan.

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Bulog turut menjalankan sejumlah langkah stabilisasi pasar. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di berbagai titik keramaian guna memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Selain itu, distribusi beras juga diperkuat melalui berbagai jaringan penyaluran seperti Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, hingga pasar tradisional. Dalam pelaksanaannya, distribusi tersebut turut mendapat dukungan pengawalan dari unsur TNI dan Polri.

Di samping itu, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per tahap dengan total dua tahap penyaluran.

“Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri,” tutup Yanto.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *