804 Kasus Suspek Campak Tercatat, Dinkes Cianjur Gencarkan Imunisasi dan Surveilans.

Berita, Cianjur21 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak meskipun tren kasus saat ini mulai menunjukkan penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap campak tidak hanya dipicu oleh adanya kasus kematian tenaga kesehatan baru-baru ini, tetapi juga karena penyakit tersebut terbukti masih ada dan berpotensi menimbulkan dampak fatal.

banner 336x280

“Jadi, kewaspadaan kita terhadap penyakit campak ini tidak semata-mata karena berpulangnya salah satu pejuang kesehatan kita. Namun, kejadian tersebut semakin menguatkan bahwa campak itu nyata dan bisa berdampak serius bagi siapa pun,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kewaspadaan tidak hanya harus dimiliki oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama agar penyebaran penyakit dapat ditekan.

“Mudah-mudahan kita semua bahu-membahu dalam melakukan pencegahan, pengendalian, serta penatalaksanaan kasus campak, khususnya di Kabupaten Cianjur,” katanya.

Secara umum, peningkatan kasus campak tidak hanya terjadi di Cianjur, melainkan juga di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat pada awal tahun 2026. Namun, berdasarkan data terbaru, tren tersebut kini mulai menurun.

“Memang di awal tahun terjadi peningkatan. Tetapi memasuki minggu ke-11 atau ke-12, kasus sudah mulai menurun,” jelasnya.

Berdasarkan data surveilans melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), hingga saat ini tercatat sekitar 804 kasus suspek campak di Cianjur.

Pada puncaknya, kasus sempat mencapai sekitar 94 hingga 100 kasus per minggu. Namun kini, angka tersebut turun menjadi sekitar 34 kasus pada minggu ke-11.

Meski demikian, Dinas Kesehatan menilai kondisi tersebut tetap menjadi alarm serius, terutama bagi tenaga kesehatan, untuk memperkuat upaya pencegahan.

“Ini tentu menjadi alarm bagi kita semua. Campak bisa berdampak fatal, sehingga perlu upaya maksimal dari semua pihak,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Dinas Kesehatan telah menggelar rapat koordinasi secara daring dengan seluruh puskesmas di Cianjur.

Pertemuan tersebut melibatkan koordinator imunisasi, kepala puskesmas, serta tenaga promosi kesehatan guna memperkuat strategi pencegahan.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan cakupan imunisasi, yang dinilai masih menghadapi tantangan akibat kurangnya pemahaman masyarakat.

“Tidak menutup kemungkinan imunisasi belum optimal karena masyarakat belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi. Oleh karena itu, edukasi harus lebih menyentuh,” katanya.

Selain campak, upaya imunisasi juga ditujukan untuk mencegah penyakit lain yang termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti tuberkulosis (TBC).

Made juga mengingatkan tenaga medis untuk tetap disiplin dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai level yang ditentukan.

“Terkadang karena sudah lama, kita menjadi abai. Maka kami ingatkan kembali pentingnya SOP, baik dalam pelayanan maupun perawatan,” ujarnya Pada Kamis 2/4/2026

Untuk langkah jangka pendek, Dinkes akan memperkuat sistem surveilans dan penyelidikan epidemiologi berbasis masyarakat guna mendeteksi kasus secara dini dan memutus rantai penularan lebih cepat.

Selain campak, Dinas Kesehatan juga menyoroti sejumlah penyakit menular lain yang perlu diwaspadai, seperti TBC dan HIV/AIDS. Meski demikian, peningkatan kasus HIV/AIDS saat ini lebih disebabkan oleh meningkatnya kegiatan skrining dan penemuan kasus secara aktif.

“Ada peningkatan penemuan kasus karena kita lebih gencar melakukan skrining, terutama pada ibu hamil dan kelompok berisiko,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan HIV/AIDS sangat bergantung pada perilaku masyarakat, terutama dalam menjaga pola hidup sehat dan menghindari perilaku berisiko.

“Penyakit itu bisa dihindari jika perilaku kita baik. Penularannya melalui hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik bersama, sehingga pencegahan sangat bergantung pada kesadaran masyarakat,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan berharap seluruh pihak, baik tenaga kesehatan, pemerintah, maupun masyarakat, dapat bersinergi dalam meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan agar kasus penyakit menular di Cianjur dapat terus ditekan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *