Akses Desa Kemang Lumpuh Total Akibat 10 Titik Longsor, Warga Keluhkan Lambatnya Penanganan Pemkab

Berita, Cianjur16 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, Cianjur – Intensitas hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur sejak Rabu (6/5/2026) malam memicu bencana tanah longsor masif di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung. Sedikitnya 10 titik longsor dilaporkan menutup total akses jalan utama, mengakibatkan mobilitas warga lumpuh dan aktivitas pendidikan terhenti sepenuhnya.

Kronologi dan Dampak Kerusakan

banner 336x280

Bencana ini melanda jalan poros dusun yang menghubungkan Kampung Jaringao dan Kampung Cikoneng. Berdasarkan laporan di lapangan, material tanah menutupi badan jalan dengan volume yang besar, sehingga tidak dapat dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain akses jalan utama, dampak kerusakan juga meluas ke beberapa titik lainnya diantaranya Kampung Citangkil material longsoran tanah menutup badan jalan desa dan di Kampung Pasirjati sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat dampak kategori sedang.

Kepala Desa Kemang, Dadan R. Subarna, mengonfirmasi bahwa isolasi wilayah paling parah terjadi di lingkungan RW 06. “Kondisi jalan tertutup total. Warga tidak bisa beraktivitas menggunakan kendaraan, dan yang paling memprihatinkan, anak-anak sekolah terpaksa diliburkan karena akses menuju lembaga pendidikan tidak dapat dilewati,” ujar Dadan saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Kendala Evakuasi dan Kebutuhan Alat Berat

Meski debit Sungai Cihea dilaporkan mulai menyusut dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kemang mengaku kesulitan melakukan penanganan mandiri. Volume material longsor yang tersebar di 10 titik dinilai mustahil dievakuasi hanya dengan tenaga manual.

“Kami sangat membutuhkan bantuan alat berat dari instansi terkait sesegera mungkin. Jika hanya mengandalkan gotong royong warga, pembersihan akan memakan waktu sangat lama, sementara roda ekonomi dan pendidikan warga terhenti,” tegas Dadan.

Kritik Warga: Prioritas Pemkab Dipertanyakan

Di tengah kondisi darurat ini, muncul gelombang kekecewaan dari masyarakat setempat terhadap respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Lambannya pengiriman bantuan dan alat berat ke lokasi bencana dituding terjadi karena fokus pemerintah daerah yang terpecah.

Salah seorang warga Desa Kemang, Burhan, menyesalkan kebijakan prioritas Pemkab yang saat ini tengah terkonsentrasi pada penyelenggaraan rangkaian karnaval Binokasih.

“Masalah bencana ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan akses publik yang terputus. Sangat disayangkan jika penanganan menjadi lambat hanya karena fokus pemerintah teralihkan ke acara seremonial seperti karnaval,” keluh Burhan.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya melakukan pembersihan seadanya sambil menanti kepastian pengiriman alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum atau BPBD Kabupaten Cianjur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *