Bupati Wahyu Pimpin Apel Pengamanan Pilkades, Polisi Siagakan 600 Personel dan Brimob, 47 Desa Jadi Fokus Pengamanan

Berita, Cianjur9 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kepolisian Resor (Polres) Cianjur menggembleng kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak berbasis digital secara penuh. Langkah antisipasi tersebut ditegaskan melalui Apel Gelar Pasukan Operasi (Ops) Pamong Anjur 2026 yang dipimpin langsung oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, di Mapolres Cianjur, Kamis (5/11/2026).

Pilkades serentak tahun ini menjadi momentum strategis lantaran melibatkan 160 calon kepala desa yang berkontestasi di 47 desa. Penerapan sistem digital penuh (full digital) menuntut kesiapan ekstra—tidak hanya pada aspek pengamanan personel di lapangan, tetapi juga keandalan infrastruktur teknologi penunjang.

banner 336x280

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa skema pengamanan dan mitigasi risiko teknis telah dirancang sejak jauh hari untuk mengantisipasi potensi kendala saat pemungutan suara berlangsung.

“Apel ini digelar untuk memastikan seluruh rangkaian Pilkades berjalan aman, lancar, dan tertib. Karena Cianjur menerapkan Pilkades full digital, persiapan mencakup sarana prasarana, personel, hingga pasokan cadangan seperti listrik, baterai, dan peranti pendukung lainnya,” ujar Wahyu usai memimpin apel.

Pemetaan Kerawanan dan Penguatan Personel

Dari sisi kepolisian, Polres Cianjur menyiagakan sekitar 600 personel yang bakal diperkuat oleh pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Satuan Brimob Polda Jawa Barat. Personel gabungan ini diplot untuk menebal pengamanan di tiap polsek penyelenggara Pilkades.

Kapolres Cianjur, AKBP Beddy Suwendi, mengungkapkan pihaknya telah memetakan dinamika kerawanan di lapangan. Hasil pemetaan menunjukkan adanya dua titik lokasi yang masuk kategori rawan.

“Seluruh wilayah sudah dipetakan dan kesiapan pengamanan dimaksimalkan. Simulasi pengamanan TPS juga telah dilaksanakan agar anggota memahami persis standar operasional prosedur (SOP) pencoblosan, sekaligus memberikan edukasi tata cara pemungutan suara kepada masyarakat,” tutur Beddy.

Menjelang hari pemungutan suara, jajaran kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk aktif merawat kondusivitas wilayah. Warga diminta menggunakan hak pilih secara bijak serta tidak terpengaruh oleh isu menyesatkan maupun upaya provokasi yang berpotensi mencederai pesta demokrasi tingkat desa tersebut.(dj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *