detakpublik,CIANJUR – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Cianjur resmi dilantik untuk periode 2026-2029. Pelantikan berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tamu undangan, serta para pelaku usaha Pada Senin 24/08/2026.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Cahya Ibrahim resmi dipercaya sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Cianjur periode 2026-2029.
Cahya Ibrahim mengatakan, pelantikan tersebut menjadi awal bagi HIPMI Cianjur untuk menjalankan berbagai program kerja selama tiga tahun ke depan. Pihaknya berkomitmen membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Alhamdulillah, pelantikan hari ini berjalan lancar. Tentunya kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah. Ada 12 bidang dalam organisasi ini dan masing-masing bidang memiliki program kerja yang akan dijalankan,” ujar Cahya.
Menurutnya, terdapat 12 program kerja yang akan dilaksanakan selama masa kepengurusan. Namun, HIPMI Cianjur akan memprioritaskan dua program utama, salah satunya mendorong masuknya investasi ke Kabupaten Cianjur.
“Kita ingin mengundang para investor ke Kabupaten Cianjur. Cianjur harus menjadi tuan rumah bagi para investor. Menurut saya, ini sangat baik untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Cianjur sehingga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Cahya menambahkan, setelah pelantikan, pihaknya akan segera menggelar rapat kerja cabang (Rakercab) di masing-masing bidang. Langkah tersebut dilakukan agar setiap bidang dapat menyusun program secara terarah sekaligus menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.
Selain investasi, perhatian HIPMI Cianjur juga akan diarahkan kepada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, masih banyak pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur yang menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal permodalan dan perizinan.
“Banyak sekali keluhan dari para UMKM di Kabupaten Cianjur. Tentunya kita akan membantu, terutama terkait permodalan, perizinan dan berbagai persoalan lainnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, HIPMI Cianjur akan berupaya menjadi rumah bersama bagi para pengusaha maupun pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan, kata Cahya, yakni menjalin kerja sama dengan Bank BJB melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait akses permodalan bagi pelaku UMKM. Ke depan, HIPMI Cianjur juga akan membangun komunikasi dengan bank-bank Himbara untuk memperluas akses pembiayaan.
“Kita sedang mengupayakan agar para pelaku UMKM bisa mendapatkan pinjaman KUR hingga Rp100 juta tanpa jaminan. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk membantu UMKM agar bisa berkembang,” jelasnya.
Sementara di sektor investasi, HIPMI Cianjur memasang target peningkatan investasi secara bertahap selama tiga tahun kepengurusan. Pada tahun pertama ditargetkan meningkat sebesar 25 persen, tahun kedua 25 persen, dan tahun ketiga sebesar 50 persen.
“Kita targetkan investasi di Cianjur naik setiap tahunnya. Tahun pertama 25 persen, tahun kedua 25 persen dan tahun ketiga 50 persen,” pungkasnya.(Red)












