detakpublik, CIANJUR — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) baru mencapai 113.260 jiwa atau 5,88 persen dari total 1.927.803 penduduk yang telah memegang KTP-el. Untuk mengejar target adopsi digital tersebut, Disdukcapil terus memperluas jangkauan sosialisasi dan mengoptimalkan strategi pelayanan terpadu.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, menyatakan bahwa penetrasi IKD diprioritaskan menyasar aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), personel TNI/Polri, hingga masyarakat umum. Pelayanan aktivasi kini dibuka di kantor dinas, Mal Pelayanan Publik (MPP), serta sembilan titik layanan tingkat kecamatan.
“Guna memangkas waktu pelayanan, seluruh petugas telah dibekali fitur IKD Plus. Integrasi ini memungkinkan pemindaian kode bar (barcode) pemohon dilakukan secara langsung via aplikasi petugas, sehingga proses integrasi data berjalan lebih cepat dan efektif,” ujar Asep, Senin (12/10/2026).
Selain mengandalkan fasilitas pelayanan statis, Disdukcapil menerapkan pola jemput bola melalui forum Rembug Warga. Skema ini menyasar jajaran pengurus RT/RW hingga kader posyandu di tingkat desa, seperti yang baru-baru ini diselenggarakan di Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur.
Asep menegaskan pentingnya migrasi ke dokumen kependudukan digital demi efisiensi akses layanan publik. Menurutnya, pemanfaatan IKD saat ini telah terintegrasi di berbagai sektor vital, mulai dari verifikasi penumpang di bandara dan stasiun kereta api, transaksi perbankan, hingga berbagai fasilitas layanan publik harian masyarakat.(DJ)


















