Dinkes Cianjur Gencarkan Pencegahan DBD Lewat 3M Plus

Berita, Cianjur5 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur terus mengintensifkan upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kampanye pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menekan penyebaran kasus yang cenderung fluktuatif.

Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pencegahan utama dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yakni menutup, menguras, dan mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta ditambah penggunaan obat anti nyamuk.

banner 336x280

“Promosi kesehatan terus kami lakukan, terutama terkait 3M Plus. Fokusnya pada kesehatan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya kepada Wartawan, Jumat 24 April 2026.

Dia menjelaskan, penanganan kasus DBD dilakukan secara terkoordinasi antara rumah sakit dan Dinkes. Setiap temuan kasus positif akan dilaporkan ke dinas, kemudian diteruskan ke puskesmas untuk dilakukan tindak lanjut di lapangan.

“Biasanya puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah pasien, mengecek kondisi lingkungan serta kemungkinan adanya jentik nyamuk,” jelasnya.

Jika ditemukan indikasi penularan dan keberadaan jentik, maka langkah lanjutan yang dilakukan adalah pengasapan atau fogging, disertai upaya perbaikan sanitasi lingkungan. Namun, jika tidak ditemukan sumber penularan di lokasi tersebut, petugas akan menelusuri kemungkinan penularan dari tempat lain.

Meski begitu, dia mengakui data kasus DBD bersifat dinamis dan terus berubah, sehingga untuk angka pasti perlu merujuk pada bidang khusus yang menangani penyakit menular.

Dia pun mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, seperti menutup tempat penampungan air, mengelola sampah dengan baik, serta rutin menguras bak mandi minimal dua kali dalam seminggu.

Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam berkepanjangan, nyeri ulu hati, dan sakit di belakang mata.

“Kalau ada gejala, jangan ditunda. Segera periksa ke puskesmas atau tenaga medis terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (Red).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *