Dinkes Fokus 1.000 HPK, Cianjur Perkuat Intervensi Gizi Untuk Tekan Stunting

Berita, Cianjur119 Dilihat
banner 468x60

detakpublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memperkuat upaya pencegahan prevalensi stunting dengan memfokuskan intervensi gizi kritis pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Langkah ini dinilai sebagai strategi fundamental untuk memastikan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang optimal pada generasi mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyatakan bahwa penanganan stunting tidak hanya bersifat kuratif, tetapi harus dimulai dari intervensi spesifik dan sensitif sejak masa kehamilan.

banner 336x280

Made menjelaskan bahwa 1.000 HPK termasuk masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang dikenal sebagai golden age atau periode emas—merupakan fase vital dengan pertumbuhan otak dan tubuh yang sangat pesat.

“Stunting mulai terbentuk ketika bayi tidak memperoleh asupan gizi yang memadai. Jika kebutuhan gizi tidak tercukupi pada fase penting ini, dampaknya akan bersifat jangka panjang, memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan,” ujar Made, Rabu (26/11/2025).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu lama. Kondisi ini dicirikan oleh postur anak yang lebih pendek dari standar usia, namun penentu utamanya adalah durasi dan penyebab defisiensi gizi, bukan sekadar faktor genetik pendek.

Menurutnya, stunting adalah masalah multidimensi yang melampaui sekadar isu tinggi badan. Anak yang mengalami stunting berisiko tinggi mengalami keterbatasan dalam aspek pendidikan, produktivitas, hingga ketahanan ekonomi di masa dewasa.

“Stunting adalah masalah kompleks yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia masa depan. Jika tidak ditangani serius, kita berisiko kehilangan potensi generasi unggul,” tegas Made.

Oleh karena itu, upaya penuntasan stunting memerlukan sinergi yang komprehensif, meliputi peningkatan akses terhadap makanan bergizi, penyediaan layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas serta pendampingan keluarga secara intensif.

Made menegaskan, kembali pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga sebagai kunci utama keberhasilan menekan angka stunting di Kabupaten Cianjur.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *