Disdikpora Cianjur Genjot Pemerataan Pembelajaran AI dan Koding di Semua Sekolah

Berita, Pendidikan11 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur terus mempercepat implementasi pembelajaran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan koding di seluruh satuan pendidikan. Program yang telah berjalan sejak 2025 itu kini difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan pembelajaran AI dan koding telah dirancang untuk menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, tingkat adopsi program di masing-masing sekolah masih beragam.

banner 336x280

“Pembelajaran AI dan koding di Cianjur sudah menyentuh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP,” ujar Ruhli, Rabu (17/6/2026).

Untuk mendukung transformasi pendidikan digital tersebut, Disdikpora menerapkan skema pendanaan kolaboratif. Selain bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), program ini juga mendapat dukungan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) serta kemitraan dengan berbagai pihak.

“Pelatihan AI dan koding dilaksanakan melalui berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, CSR, hingga kemitraan strategis dengan pihak ketiga,” katanya.

Ruhli menjelaskan, tantangan utama dalam implementasi program saat ini bukan lagi terkait keterbatasan sarana dan prasarana, melainkan percepatan sosialisasi dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.

Menurutnya, upaya edukasi perlu diperluas agar seluruh ekosistem pendidikan, termasuk orang tua dan masyarakat, memahami manfaat pembelajaran AI dan koding sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.

“Fokus kendala saat ini bukan pada aspek teknis atau perangkat, tetapi pada akselerasi sosialisasi kepada masyarakat dan lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Untuk mempercepat pemerataan kompetensi digital, Disdikpora menerapkan strategi pengimbasan antarsekolah. Melalui mekanisme ini, sekolah yang telah lebih dahulu menerima pelatihan dan memiliki kapasitas lebih baik didorong menjadi rujukan bagi sekolah lain.

“Sekolah yang telah mendapatkan pelatihan diwajibkan melakukan pengimbasan atau berbagi pengetahuan kepada sekolah lain,” jelas Ruhli.

Strategi tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan akses dan pemanfaatan teknologi pendidikan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pelosok. Dengan demikian, seluruh peserta didik di Kabupaten Cianjur memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Implementasi pembelajaran AI dan koding dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital yang berkembang semakin cepat.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *