Gerakan 10 Ribu MCK Dimulai di Cianjur, Cak Imin Sebut Pesantren Kunci Pemberdayaan Masyarakat

Berita, Cianjur17 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Pemerintah meluncurkan Gerakan 10 Ribu Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk pondok pesantren sebagai upaya memperkuat sanitasi sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lembaga pendidikan keagamaan. Program nasional tersebut diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Musri, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026).

Peluncuran ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan MCK di lingkungan pesantren sebagai simbol dimulainya implementasi program di berbagai daerah.

banner 336x280

Muhaimin Iskandar mengatakan, pembangunan 10 ribu fasilitas sanitasi merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan peningkatan kualitas kesehatan, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Menurutnya, penyediaan sanitasi yang layak menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat bagi para santri. Program tersebut juga diiringi dengan penguatan literasi keuangan dan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu membangun kemandirian ekonomi.

“Literasi keuangan dan pembangunan 10 ribu MCK merupakan bagian integral dari pemberdayaan masyarakat. Hulunya adalah penyiapan sumber daya manusia, sedangkan hilirnya adalah terciptanya ekosistem yang mampu melahirkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Muhaimin.

Ia menilai pondok pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi. Dengan jejaring santri, tenaga pendidik, alumni, serta masyarakat sekitar, pesantren dinilai mampu menjadi penggerak pembangunan di tingkat lokal.

Menurut Muhaimin, penguatan peran pesantren dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, sekitar 40 ribu pondok pesantren di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi karena didukung sumber daya dan basis komunitas yang kuat.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin juga menekankan pentingnya peran Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) dalam mendukung modernisasi pesantren agar mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Jika puluhan ribu pesantren di Indonesia berhasil bertransformasi, maka percepatan peningkatan kualitas pendidikan akan semakin nyata. Dari sanalah akan lahir sumber daya manusia yang unggul untuk mendukung terwujudnya Indonesia maju,” ujarnya. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *