Kebakaran Gunung Gede Meluas ke Area Kawah, Lahan Terbakar Tembus 6 Hektare dan Pendakian Ditutup Total

Berita, Cianjur5 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, terus meluas. Usai membumiharuskan sekitar satu hektare vegetasi di Alun-Alun Surya Kencana pada Kamis (6/8/2026), kobaran api melompati benteng alam dan membakar sekitar lima hektare lahan di kawasan kawah Gunung Gede, Jumat (7/8/2026).

Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa dan memfokuskan proses pemadaman, Balai Besar TNGGP resmi menutup total seluruh jalur pendakian selama lima hari, terhitung sejak 7 hingga 11 Agustus 2026.

banner 336x280

Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, menegaskan bahwa penutupan operasional berlaku tanpa pengecualian di seluruh pintu masuk pendakian.

“Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan pendaki, masyarakat, serta memberi ruang penuh bagi tim gabungan dalam memadamkan api,” ujar Sadtata melalui keterangan resminya.

Pihak pengelola TNGGP menyediakan mekanisme pengembalian dana (refund) secara daring bagi calon pendaki yang telah memesan tiket pada periode penutupan tersebut.

Api Terpantau Sejak Dini Hari

Titik api baru di kawasan kawah pertama kali terdeteksi oleh warga pemukiman Cibodas pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Diduga kuat, hamparan vegetasi kering yang meranggas akibat cuaca ekstrem memicu api dengan cepat menyebar hingga area puncak.

Relawan dari komunitas Volunteer Raindeward1819, Andri Gunawan, menceritakan bahwa tim gabungan langsung merespons laporan masyarakat dengan menerjunkan personel pemantau pada pagi harinya.

“Pukul 06.30 WIB kami memberangkatkan tim pendahulu untuk memetakan situasi. Setelah dipastikan area kawah terbakar masif, konsolidasi relawan dari jalur Gunung Putri dan Cibodas bergerak melakukan pemadaman darurat,” kata Andri, Minggu (9/8/2026).

Hingga Minggu siang, sekitar 200 personel gabungan—terdiri dari petugas Balai Besar TNGGP, relawan lingkungan, dan warga lokal—dikerahkan ke lokasi musibah. Penanganan difokuskan pada pembuat parit sekatan (firebreak) untuk memutus pasokan bahan bakar organik kering.

“Kami fokus menggali tanah dan membuat sekat agar api tidak melompat ke area vegetasi basah. Saat ini penyebaran api berhasil dikendalikan, meski beberapa titik pengasapan masih terpantau dan belum sepenuhnya padam,” tambah Andri.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan intensif di titik-titik rawan masih terus dilakukan. Pihak TNGGP mengimbau masyarakat di sekitar lereng gunung untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api baru.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *