Minat Melonjak, Kuota Hanya 504 Siswa, SMAN 2 Cianjur Jadi Incaran 2600 Siswa

Berita, Cianjur15 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat memperpanjang masa Pendataan Calon Murid Baru (PCMB) hingga 12 Juni 2026 menyusul penyesuaian regulasi dan kendala teknis dalam proses migrasi pengelolaan sistem penerimaan peserta didik.

Perpanjangan dilakukan setelah masa pendataan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei–8 Juni 2026 mengalami hambatan akibat peralihan pengelolaan sistem dari Tikomdik ke Diskominfo Jawa Barat. Kondisi tersebut berdampak pada proses sinkronisasi data dan pemeringkatan calon peserta didik.

banner 336x280

Humas SMAN 2 Cianjur, Ferry, mengatakan perubahan jadwal sempat menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat karena informasi yang beredar menyebutkan pendataan berakhir pada 8 Juni, sementara hasil pemeringkatan mulai muncul sehari setelahnya.

“Verifikasi data masih terus berlangsung bersama tim dari Dinas Pendidikan hingga 12 Juni. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir selama proses pendataan dan verifikasi masih berjalan,” ujar Ferry, Kamis (11/6/2026).

Ia juga meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat terkait fungsi PCMB. Menurutnya, pendataan tersebut bukan bagian dari proses seleksi penerimaan siswa baru, melainkan hanya digunakan untuk memetakan minat calon peserta didik terhadap sekolah tujuan.

“PCMB hanya berfungsi sebagai pendataan awal dan pemetaan minat masyarakat. Seleksi resmi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) baru akan dilaksanakan pada 15 hingga 19 Juni 2026,” katanya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 2 Cianjur menyediakan daya tampung sebanyak 504 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 42 siswa.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya seiring adanya perubahan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program Anak Putus Sekolah (PAPS) yang sebelumnya menjadi bagian dari skema penerimaan kini digantikan oleh Program Sekolah Penyangga.

Program baru tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi calon peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan atau berada jauh dari jangkauan sekolah negeri.

Minat masyarakat untuk bersekolah di SMAN 2 Cianjur masih tergolong tinggi. Berdasarkan data sementara PCMB, tercatat sekitar 2.600 calon peserta didik memilih sekolah tersebut sebagai tujuan pendaftaran.

Meski demikian, tidak seluruh peminat akan mengikuti tahapan seleksi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan penyaringan awal berdasarkan sistem rayonisasi dan ketentuan yang berlaku.

Dari total peminat, diperkirakan sekitar 1.500 calon peserta didik yang masuk kategori wilayah prioritas akan berhak mengikuti seleksi tahap pertama. Selanjutnya, sekolah hanya dapat menerima 504 siswa sesuai kuota yang tersedia.

Ferry menjelaskan, seluruh proses seleksi SPMB dilakukan melalui sistem terpusat yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penentuan kelulusan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain jarak domisili, nilai akademik, prestasi, serta jalur afirmasi.

Untuk jalur afirmasi, calon peserta didik wajib terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1, 2, atau 3, termasuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, seleksi tahap kedua akan difokuskan pada jalur domisili. Apabila kuota SMAN 2 Cianjur telah terpenuhi pada tahap pertama, sistem secara otomatis akan menutup pilihan sekolah tersebut sehingga tidak lagi dapat dipilih oleh calon peserta didik pada tahap berikutnya.

Dengan tingginya jumlah peminat dan terbatasnya daya tampung, masyarakat diimbau memahami setiap tahapan SPMB secara cermat agar tidak keliru menafsirkan fungsi PCMB maupun mekanisme seleksi yang berlaku.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *