Pasutri Pemudik Tewas Terseret Arus Drainase di Jalur Puncak, Jasad Ditemukan 45 KM dari TKP

Berita, Peristiwa3 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Kecelakaan maut menimpa pasangan suami istri (pasutri) pemudik di Jalan Raya Cipanas–Puncak, Desa Cipendawa, Cianjur, pada Minggu (29/3/2026). Keduanya dinyatakan meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarai tergelincir dan hanyut ke dalam saluran drainase saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian

banner 336x280

Peristiwa bermula saat korban yang menempuh perjalanan dari Bogor menuju Sumedang mencoba mendahului kendaraan lain. Berdasarkan rekaman CCTV, kondisi jalan saat itu licin dan tergenang air akibat intensitas hujan yang tinggi.

Korban yang sedang melintas kehilangan kendali saat mengambil jalur berlawanan, menyebabkan motor tergelincir ke parit di pinggir jalan. Derasnya arus air menyeret kedua korban masuk ke dalam sistem drainase, sementara kendaraan mereka tersangkut tidak jauh dari lokasi.

Evakuasi dan Penemuan Korban

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yuriko Hadi, mengonfirmasi bahwa pencarian dilakukan secara maraton oleh tim gabungan (Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan). Kedua korban ditemukan di lokasi yang berjauhan akibat kuatnya arus bawah tanah.

Korban Lokasi Penemuan Jarak dari TKP Waktu Ditemukan

Korban suaminya ditemukan di aliran kali di Desa Majalaya, Cikalong Kulon atau lebih kurang 30 KM dari tempat kejadian, Minggu (29/3/2026) malam.

Sementara itu istrinya ditemukan di Waduk Cirata, Desa Kamurang, Kecamatan Mande atau lebih kurang 45 KM dari tempat awal saat korban mengalami kecelakaan.

“Jarak penemuan yang sangat jauh ini disebabkan oleh debit dan kecepatan arus air yang ekstrem saat kejadian hujan lebat,” ujar Alexander, Senin (30/3/2026).

Langkah Lanjut dan Imbauan

Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Cianjur untuk proses visum et repertum dan identifikasi akhir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepolisian mengimbau para pemudik dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca buruk. Pengendara diminta tidak memaksakan diri melintas di jalur rawan jika jarak pandang terbatas atau genangan air menutupi marka jalan guna menghindari risiko kecelakaan serupa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *