Pemprov Jabar Tunjuk SMAN 1 Cianjur sebagai Sekolah Maung Berbasis Prestasi, Hapus Sistem Zonasi

Berita, Pendidikan20 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan SMA Negeri 1 Cianjur sebagai bagian dari program “Sekolah Maung” (Sekolah Manusia Unggul), sebuah model pendidikan unggulan yang menitikberatkan pada pembinaan karakter, prestasi, dan daya saing global.

Penunjukan tersebut menempatkan SMAN 1 Cianjur dalam jajaran 41 SMA dan SMK negeri di Jawa Barat yang diproyeksikan menjadi sekolah percontohan dengan sistem seleksi berbasis merit tanpa penerapan pola zonasi.

banner 336x280

Kepala SMAN 1 Cianjur, Dede Sadan Nurjaman, menegaskan mekanisme penerimaan siswa baru di Sekolah Maung berbeda dari sistem reguler yang selama ini berlaku.

“Peserta didik yang diterima adalah siswa berprestasi dari berbagai daerah tanpa dibatasi zonasi. Jalur afirmasi, mutasi, perpindahan tugas orang tua, hingga jalur anak guru juga tidak lagi diterapkan,” ujar Dede, Selasa (19/5/2026).

Seleksi Ketat Berbasis Prestasi

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 25–29 Mei 2026 dengan pola seleksi yang difokuskan sepenuhnya pada capaian akademik dan non-akademik.

Sekolah juga melakukan penyesuaian kapasitas belajar dengan membatasi jumlah siswa maksimal 32 orang per rombongan belajar. Dengan total 12 rombel, daya tampung keseluruhan mencapai sekitar 384 siswa.

Seleksi dibagi ke dalam tiga jalur utama. Sebanyak 70 persen kuota diperuntukkan bagi jalur prestasi akademik melalui penilaian rapor semester 1 hingga 5 dengan rata-rata minimal 85, ditambah hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Sementara 20 persen kuota dialokasikan bagi siswa berprestasi non-akademik di bidang olahraga, seni, dan kepemimpinan dengan syarat sertifikat minimal tingkat provinsi.

Adapun 10 persen kuota lainnya disiapkan untuk kelas Cerdas Berbakat (CB) yang mensyaratkan skor minimal 130 pada tes potensi akademik atau psikotes.

Target Kampus Nasional hingga Dunia

Program Sekolah Maung dirancang sebagai model pendidikan unggulan yang diarahkan untuk mencetak lulusan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

SMAN 1 Cianjur menargetkan sekitar 80 persen lulusannya diterima di perguruan tinggi unggulan dalam negeri, sedangkan 20 persen lainnya diproyeksikan mampu menembus 200 universitas terbaik dunia.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan akses beasiswa lanjutan, termasuk melalui program LPDP dan Beasiswa Garuda.

Integrasi Kurikulum Nasional dan Internasional

Dalam implementasinya, Sekolah Maung menggabungkan tiga pendekatan kurikulum, yakni Kurikulum Nasional, Kurikulum Cambridge, dan kurikulum spesialis berbasis penguatan kompetensi.

Menurut Dede, penerapan Kurikulum Cambridge menjadi bagian dari upaya standardisasi pembelajaran agar setara dengan sekolah internasional.

Kegiatan belajar mengajar menerapkan sistem full day school dari Senin hingga Jumat. Hari Sabtu digunakan untuk pengembangan minat dan bakat, sementara Minggu diisi dengan program camp dan penguatan karakter.

Metode pembelajaran juga mengadopsi konsep blended learning, yakni kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Dalam prosesnya, tenaga pengajar akan mendapat pendampingan akademik dari dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Skema Pembiayaan Masih Dikaji

Meski konsep pendidikan diarahkan menuju sistem semi-asrama (boarding school), pihak sekolah menyebut regulasi pembiayaan masih menunggu ketetapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun demikian, pemerintah memastikan skema subsidi dan bantuan pendidikan tetap tersedia bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) sebagai alternatif bagi siswa prasejahtera yang belum berhasil lolos seleksi Sekolah Maung

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *