Polres Cianjur Dalami Kematian Empat Warga, Dugaan Miras Oplosan Masih Diselidiki

Berita, Peristiwa17 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Kepolisian Resor Cianjur mengusut kasus kematian mendadak yang menimpa empat warga di dua kecamatan, yakni Cikalongkulon dan Mande, dalam rentang waktu 25–26 Maret 2026. Satu korban lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis di RSUD Cianjur.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum lantaran adanya dugaan keterkaitan dengan konsumsi minuman keras (miras) oplosan. Meski demikian, kepolisian menegaskan belum menarik kesimpulan akhir dan masih menunggu hasil penyelidikan menyeluruh.

banner 336x280

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, menyampaikan bahwa proses pendalaman dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi, keluarga korban, serta sejumlah barang bukti di lapangan.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami belum dapat memastikan apakah kematian ini disebabkan miras oplosan, kondisi medis tertentu, atau faktor lain,” ujar Tatang kepada awak media, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia berjumlah empat orang. Sementara itu, satu korban selamat masih dalam kondisi tidak sadar sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan para korban diduga mengonsumsi minuman pada Selasa malam, 23 Maret 2026. Namun, polisi masih menelusuri validitas informasi tersebut, termasuk kemungkinan adanya sumber minuman yang sama.

Dalam rangka memperkuat penyelidikan, petugas telah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik berkumpul korban, yakni area parkir sebuah minimarket di Kecamatan Mande. Hasil sementara menunjukkan tidak adanya aktivitas konsumsi miras yang terekam.

“Dari pemeriksaan CCTV, belum ditemukan indikasi adanya pesta miras di lokasi tersebut. Namun, seluruh kemungkinan tetap kami dalami,” katanya.

Di sisi lain, keterangan dari pihak keluarga mengungkap bahwa sebagian korban memiliki riwayat penyakit, seperti gangguan lambung dan jantung. Faktor tersebut turut menjadi variabel penting dalam analisis penyebab kematian.

Sementara itu, warga sekitar mengaku telah lama merasa resah dengan aktivitas sekelompok orang yang kerap mengonsumsi minuman keras oplosan di ruang publik. Aktivitas tersebut disebut berlangsung berulang, bahkan pada bulan Ramadan, dan dinilai mengganggu ketertiban lingkungan.

“Kami sering melihat ada yang minum di area parkir, kadang sore atau malam. Sudah pernah ditegur, tapi tetap saja terjadi,” ungkap seorang warga.

Menanggapi hal tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. Polisi juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penyelidikan secara profesional guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *