Potensi Pajak Cianjur Masih Besar, Bupati Dorong Bapenda Lebih Inovatif

Berita, Cianjur43 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur menilai potensi pajak dan retribusi daerah masih cukup besar untuk digali secara optimal. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) didorong agar terus meningkatkan inovasi guna memaksimalkan penerimaan daerah.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa pajak dan retribusi merupakan instrumen strategis dalam mendukung pembangunan. Optimalisasi pendapatan daerah, menurutnya, harus dibarengi dengan terobosan pelayanan dan pengelolaan potensi yang lebih kreatif.

banner 336x280

“Bapenda sebagai leading sector diharapkan mampu lebih inovatif dalam mengembangkan potensi pendapatan yang ada,” ujar Wahyu usai rapat koordinasi perangkat daerah di Kantor Bapenda Cianjur, Senin (9/2/2026).

Wahyu menyebutkan, kinerja Bapenda selama ini menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan daerah tercatat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Ia memastikan, seluruh pendapatan yang bersumber dari pajak dan retribusi akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, penerangan jalan umum, hingga fasilitas pendidikan.

“Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kreativitas dan inovasi harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur, Cicih Permasih, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan berbagai strategi untuk mengejar target pendapatan. Selain memaksimalkan potensi yang sudah ada, Bapenda juga aktif membuka sumber-sumber pajak baru.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemutakhiran data objek pajak, terutama terhadap lahan yang telah beralih fungsi menjadi bangunan atau kawasan usaha.

“Kami rutin memperbarui data potensi pajak, khususnya dari sektor usaha dan pembangunan baru,” ujar Cicih.

Selain itu, Bapenda mengembangkan program pelayanan jemput bola melalui Pelayanan Pajak Keliling (Pepeling). Program ini dinilai efektif meningkatkan kepatuhan wajib pajak, terutama pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Pelayanan tetap kami buka pada akhir pekan melalui Pepeling. Ini untuk memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan penerimaan,” katanya.

Pada tahun 2026, penerimaan pajak daerah Kabupaten Cianjur ditargetkan mencapai Rp429 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang sebesar Rp419,4 miliar.

Cicih optimistis target tersebut dapat tercapai melalui optimalisasi layanan, pemutakhiran data, serta penguatan inovasi di lapangan.

“Dengan berbagai upaya yang kami lakukan, kami berharap target pendapatan tahun ini bisa terealisasi secara maksimal,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *