RSUD Sayang Cianjur Gelar Bazar Akreditasi, Edukasi 1.400 Pegawai

Cianjur51 Dilihat
banner 468x60

DETAKPUBLIK.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Kabupaten Cianjur terus memantapkan kesiapan menghadapi proses evaluasi akreditasi rumah sakit. Sebagai bagian dari upaya tersebut, RSUD Sayang menggelar kegiatan Bazar Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) dengan pendekatan inovatif dan edukatif yang melibatkan seluruh pegawai serta tenaga kesehatan.

Kegiatan yang dipusatkan di Selasar RSUD Sayang Cianjur ini berlangsung selama empat hari, yakni pada 27–29 Agustus dan 31 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

banner 336x280

Direktur RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, dr. Yuli Hendriyani, mengapresiasi antusiasme para pegawai yang memadati area selasar sejak pagi untuk mengikuti kegiatan tersebut.

​Menurutnya, pemahaman menyeluruh terhadap 21 Pokja Akreditasi merupakan kunci utama dalam menjaga mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien secara berkesinambungan di Kabupaten Cianjur.

​”Akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen, melainkan pembuktian komitmen RSUD Sayang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berstandar nasional kepada seluruh masyarakat,” kata Yuli.

​Untuk meningkatkan partisipasi pegawai, pihak panitia juga menyajikan berbagai kuis interaktif dan membagikan bermacam hadiah menarik di setiap stan Pokja Akreditasi.

Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu RSUD Sayang Cianjur, Dr. Aang Anwar Amin menjelaskan bahwa skema bazar dipilih agar penyampaian materi 21 Pokja dapat diserap secara optimal, riang gembira, serta menjangkau seluruh elemen rumah sakit tanpa mengganggu pelayanan pasien.

​”Lewat metode bazar ini, penyampaian standar akreditasi menjadi lebih interaktif. Target kita adalah seluruh pegawai yang berjumlah kurang lebih 1.400 orang, baik tenaga medis, paramedis hingga staf penunjang dapat memahami dan mengimplementasikan seluruh elemen STARKES,” ujarnya.

​Ia menambahkan, keterlibatan aktif ribuan pegawai menjadi kunci keberhasilan penilaian akreditasi.

Setiap pegawai dapat mengunjungi stan-stan Pokja sesuai jadwal untuk mendalami materi, bertanya langsung, hingga menguji pemahaman mereka.

Untuk menambah antusiasme para peserta, panitia juga menyediakan berbagai doorprize dan hadiah menarik di tiap stan.

​Cakupan komprehensif 21 Pokja STARKES dalam kegiatan tersebut, 21 Pokja yang tampil terbagi ke dalam empat kelompok besar standar akreditasi rumah sakit (STARKES):

– Kelompok Manajemen Rumah Sakit (KMRS): Meliputi Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Manajemen Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (MRMIK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta Pendidikan dalam Pelayanan Kesehatan (PPK).

​- Kelompok Pelayanan Berfokus pada Pasien (PKBP): Mencakup Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pengkajian Pasien (PP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), serta Komunikasi dan Edukasi (KE).

​- Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien (SKP): Berfokus pada enam sasaran keselamatan pasien guna meminimalkan risiko insiden keselamatan di lingkungan rumah sakit.

​- Kelompok Program Nasional (Prognas): Mengawal implementasi program prioritas pemerintah meliputi Peningkatan Kesehatan Ibu dan Bayi (PKIB), Penurunan Angka Kesakitan Tuberkulosis (TBC), Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS, Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting (PPSW), Pelayanan Keluarga Berencana Rumah Sakit (PKBRS), serta Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA).

​Salah satu stan yang ditampilkan pada pembukaan kegiatan adalah Pokja KPS (Kualifikasi dan Pendidikan Staf).

Pokja ini mengedukasi jajaran staf mengenai pentingnya kelengkapan alur kredensialing, penilaian kinerja berkala, pengembangan kompetensi melalui pelatihan berkesinambungan, hingga kerapian dokumentasi file kepegawaian.

​Pihaknya berharap, melalui Bazar STARKES 2026 ini, seluruh budaya kerja berbasis keselamatan pasien dan budaya mutu dapat mengakar kuat pada diri 1.400 pegawai, sehingga RSUD Sayang siap meraih hasil akreditasi tertinggi sekaligus memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warga Cianjur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *