Satgas MBG Cianjur Selidiki Dugaan Kontaminasi Pangan di SDN Cisarandi

Berita, Cianjur34 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur melakukan investigasi menyeluruh terkait temuan makanan diduga terkontaminasi yang viral di SDN Cisarandi, Kecamatan Warungkondang. Insiden yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) itu mendorong evaluasi ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan bagi siswa.

Langkah cepat diambil melalui inspeksi mendadak oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, serta unsur Satgas MBG. Pemeriksaan difokuskan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarandi 2 dan koordinasi langsung dengan pihak sekolah untuk menelusuri sumber persoalan.

banner 336x280

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, menyampaikan bahwa investigasi tidak hanya menitikberatkan pada temuan di lapangan, tetapi juga mencakup penelusuran menyeluruh terhadap rantai distribusi makanan.

“Distribusi mencapai ribuan porsi. Jika temuan ini bersifat anomali pada satu porsi, maka perlu ditelusuri secara detail seluruh alur distribusi, termasuk kemungkinan faktor eksternal,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Dalam sidak tersebut, Satgas juga menemukan sejumlah ketidaksesuaian pada fasilitas dapur SPPG Cisarandi 2. Aspek yang menjadi sorotan antara lain sistem sanitasi, khususnya instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta standar ruang pengemasan dan pencucian yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan keamanan pangan terkini.

Pengelola SPPG menyatakan komitmen untuk segera melakukan pembenahan, termasuk rencana renovasi fasilitas dalam waktu dua minggu guna memastikan kesesuaian dengan standar operasional.

Di sisi lain, proses klarifikasi mengungkap adanya perbedaan informasi terkait menu yang disajikan. Kepala SPPG Cisarandi 2, Dias Nugraha, menegaskan bahwa bahan pangan yang menjadi objek dalam video viral tidak termasuk dalam daftar menu resmi pada hari kejadian.

“Menu yang didistribusikan saat itu terdiri dari ayam salted egg, tahu, sayuran, dan buah. Kami menemukan ketidaksesuaian antara konten yang beredar dengan menu resmi,” katanya.

Meski penyelidikan masih berlangsung, pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut tetap berjalan dengan pengawasan diperketat. Satgas menargetkan hasil investigasi komprehensif dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu pekan, termasuk mendalami kemungkinan faktor kelalaian hingga potensi unsur lain di balik insiden tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG, sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga terhadap upaya pemenuhan gizi bagi pelajar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *