detakpublik, CIANJUR – Sebuah truk tangki Pertamina bermuatan 24.000 liter BBM jenis Pertalite hangus terbakar di Jalan Raya Cianjur–Sukabumi, tepatnya di Kampung Cijoho, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Senin (6/7/2026) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB ini sempat memicu kepanikan massal warga dan pengguna jalan akibat kekhawatiran terjadinya ledakan besar.
Peristiwa bermula saat truk bernomor polisi B 9796 SEI yang dikemudikan Niko (36) sedang menempuh perjalanan dari Padalarang menuju Sukabumi. Niko mengaku baru menyadari petaka tersebut setelah mendengar dua kali suara benturan keras dari bagian belakang kendaraan.
“Terdengar dua kali ledakan. Begitu saya berhenti dan melihat ke belakang, api sudah muncul dari ban kanan belakang hingga merembet ke bagian tangki,” ujar Niko di lokasi kejadian.
Upaya mitigasi awal yang dilakukan oleh sopir dan kernet sempat terkendala. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di dalam truk dilaporkan tidak berfungsi saat hendak digunakan. Keduanya sempat mencoba memadamkan api menggunakan air sungai terdekat, namun kobaran api yang telanjur membesar memaksa mereka untuk segera menyelamatkan diri.
Kobaran api yang membubung bersama asap hitam pekat langsung membuat arus lalu lintas lumpuh. Warga dan pengendara memilih meninggalkan kendaraan mereka dan berlari menjauh demi menghindari potensi ledakan.
Menurut Asep (50), warga setempat, kepanikan diperparah oleh trauma kolektif masyarakat terhadap insiden serupa yang pernah terjadi di kawasan Pasirhayam.
Untuk mengendalikan situasi, tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Cianjur diterjunkan ke lokasi, dibantu satu unit armada Water Cannon milik Polres Cianjur. Petugas menerapkan teknik khusus mengingat material yang terbakar adalah bahan bakar cair.
“Kami menggunakan cairan khusus yang dicampur dengan bahan pembentuk busa (foam) agar api lebih cepat padam dan mencegah terjadinya penyalaan ulang,” jelas Reki, petugas Damkar Cianjur.
Api berhasil dikendalikan, dan petugas gabungan rampung melakukan proses pendinginan (cooling) total pada pukul 15.30 WIB.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran. Fokus utama petugas di lapangan adalah memastikan area benar-benar aman sebelum dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Untuk penyebab pasti kebakaran masih kami selidiki. Saat ini petugas masih fokus menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan truk tangki secara menyeluruh,” tegas AKBP Alexander.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini, namun kerugian materiil diprediksi mencapai ratusan juta rupiah dan arus logistik jalur Cianjur–Sukabumi sempat mengalami kelumpuhan total selama proses evakuasi.














