Upwelling Terjang Waduk Cirata, 10 Ton Ikan Mati dan Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp250 Juta

Berita, Cianjur9 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Fenomena cuaca ekstrem memicu kematian massal sedikitnya 10 ton ikan pada kolam jaring apung (japung) di Blok Salam, perairan Waduk Cirata Jangari, Kabupaten Cianjur. Peristiwa tahunan ini dipicu oleh angin kencang yang memicu upwelling atau pembalikan massa air dasar waduk.

Akibat musibah tersebut, para pembudidaya ikan di kawasan tersebut diperkirakan menanggung kerugian material mencapai Rp250 juta.

banner 336x280

Salah seorang pemilik kolam japung di Blok Salam, Muhyi (37), mengonfirmasi bahwa fenomena upwelling mulai melanda perairan Waduk Cirata sejak memasuki pertengahan tahun. Fenomena ini diakibatkan oleh pengadukan air dasar waduk yang membawa racun serta endapan sisa pakan ke permukaan, sehingga memicu krisis oksigen bagi ikan.

“Iya, banyak yang mati di Blok Salam, kurang lebih 10 ton termasuk di kolam saya. Setiap tahun di bulan delapan dan sembilan pasti terjadi upwelling,” ujar Muhyi, Kamis (10/9/2026).

Estimasi 10 ton ikan mati dan kerugian ratusan juta rupiah tersebut sejauh ini baru berasal dari pencatatan di Blok Salam. Mengingat luasnya cakupan Waduk Cirata, angka kematian ikan diprediksi masih dapat melonjak.

“Itu baru di Blok Salam saja. Untuk blok lain di perairan Waduk Cirata Jangari saya belum tahu pasti, tapi kemungkinan ikan mati juga terjadi di lokasi lain,” tambah Muhyi.

Hingga saat ini, para peternak ikan diimbau untuk memantau kondisi kualitas air dan mengantisipasi dampak upwelling susulan yang berpotensi meluas ke titik-titik budidaya lainnya di kawasan Waduk Cirata.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *