Viral TKW Asal Cianjur Bersimbah Darah di Libya, Dipastikan Non-Prosedural dan Kini Diamankan KBRI

Berita, Cianjur5 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Sebuah video memilukan memperlihatkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menangis histeris memohon bantuan Presiden RI dan Gubernur Jabar agar dipulangkan dari Libya, viral di media sosial. Korban diidentifikasi bernama Ai Juariah (43), warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang.

Dalam video yang beredar, wajah Ai tampak berlumuran darah. Namun, sang suami, Ujang Suryana, meluruskan bahwa luka tersebut bukan akibat penganiayaan, melainkan karena terjatuh akibat kelelahan ekstrem.

banner 336x280

“Istri saya pusing karena dipaksa kerja terus tanpa istirahat untuk mengurus tiga rumah sekaligus. Akhirnya dia terjatuh dan kepalanya menimpa kaca,” ujar Ujang, Senin (29/6/2026).

Ujang membeberkan bahwa istrinya telah bekerja di Libya selama sekitar 16 bulan. Selama itu pula, kondisi fisik dan mental Ai terus menurun karena beban kerja 24 jam tanpa ampun. Bahkan, jika sakit, Ai harus membeli obat dan mengurus dirinya sendiri tanpa kepedulian dari majikan.

Pihak keluarga juga menduga kuat adanya praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pasalnya, Ai semula dijanjikan akan diberangkatkan ke Turki, namun justru dideportasi atau dikirim ke Libya tanpa dokumen resmi.

“Saya cuma diminta tanda tangan izin suami. Tidak ada dokumen resmi apa pun yang kami terima,” ungkap Ujang, yang menyebut istrinya sudah memohon pulang sejak tujuh bulan lalu namun selalu diberi janji palsu oleh pihak sponsor.

Respons Pemerintah: Korban Sudah Berada di KBRI

Merespons video viral tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, memastikan bahwa keberangkatan Ai Juariah ke Libya berstatus non-prosedural atau ilegal.

Fakta mengejutkan lain yang diungkap Disnakertrans adalah tingginya frekuensi perpindahan kerja korban selama di Libya.

“Berdasarkan data yang kami himpun, Ai Juariah sudah berganti majikan sebanyak 11 kali dalam kurun waktu 14 bulan. Selain itu, gajinya diduga tidak diterima langsung oleh korban, melainkan mengalir ke pihak ketiga. Ini yang sedang kami telusuri,” tegas Deny, Senin (29/6/2026).

Langkah cepat kini tengah diambil oleh pemerintah. Disnakertrans Cianjur telah melayangkan surat resmi ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk memproses pemulangan darurat. Tim Kemlu pun dilaporkan telah berhasil melacak dan mengamankan Ai.

“Saat ini keberadaan Ai Juariah sudah diketahui dan dia sudah berada dalam perlindungan aman di lingkungan KBRI di Libya dengan kondisi yang cukup baik,” lanjut Deny.

Meski demikian, pemerintah daerah masih terus berkoordinasi dengan Kemlu terkait pemenuhan kelengkapan dokumen keimigrasian yang sempat bermasalah sebelum Ai bisa diterbangkan kembali ke tanah air.

Sementara proses birokrasi berjalan, pihak keluarga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pemulangan Ai dalam kondisi selamat, namun juga mengusut tuntas jaringan sponsor nakal yang telah memberangkatkan korban secara ilegal.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *