Bapenda Cianjur Optimistis Target Pajak Daerah Rp429,5 Miliar, Semester I Penerimaan Pajak Daerah Cianjur Capai Rp220,8 Miliar

Berita, Cianjur14 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Realisasi penerimaan pajak daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga pekan keempat Juli 2026 mencapai Rp220.799.061.008 atau 51,41 persen dari target tahun ini sebesar Rp429,5 miliar. Capaian tersebut dinilai menunjukkan tren positif dan menjadi modal bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengejar sisa target sebesar Rp208,7 miliar hingga akhir tahun.

Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Bapenda Kabupaten Cianjur, Lucky Hermansyah, mengatakan realisasi penerimaan pajak hingga 24 Juli 2026 terus bergerak sesuai proyeksi. Menurutnya, pihaknya optimistis target tahunan dapat tercapai melalui optimalisasi berbagai program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak yang telah disiapkan.

banner 336x280

“Hingga 24 Juli 2026, realisasi pajak daerah sudah membukukan penerimaan sebesar Rp220,79 miliar. Kami optimistis sisa target dapat dicapai melalui program kerja yang telah disusun,” kata Lucky, Senin (3/8/2026).

Penerimaan pajak daerah Kabupaten Cianjur berasal dari sembilan jenis pajak, yakni Pajak Reklame, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Dari seluruh sektor tersebut, Pajak MBLB menjadi penyumbang kinerja terbaik dengan realisasi mencapai 94,97 persen dari target. Sementara sektor lainnya masih menunjukkan capaian yang bervariasi dan belum menyentuh 100 persen.

Berdasarkan data Bapenda per 24 Juli 2026, realisasi Pajak Reklame mencapai 78,07 persen, Opsen BBNKB 60,60 persen, PBJT 58,53 persen, Pajak Sarang Burung Walet 48,64 persen, Opsen PKB 48,22 persen, BPHTB 46,98 persen, PBB-P2 39,42 persen, dan Pajak Air Tanah 36,71 persen.

Lucky mengakui masih terdapat sejumlah sektor yang realisasinya berada di bawah 50 persen. Karena itu, Bapenda akan memfokuskan upaya peningkatan penerimaan pada sektor-sektor tersebut melalui pendataan potensi pajak, penguatan penagihan, optimalisasi penerimaan dari opsen PKB dan BBNKB, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

“Sektor MBLB hampir mencapai target, sedangkan sektor lainnya akan terus kami dorong agar realisasinya meningkat pada semester kedua. Kami optimistis target penerimaan pajak daerah tahun ini dapat terpenuhi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp429,5 miliar pada 2026 sebagai salah satu komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Optimalisasi penerimaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan, pelayanan publik, serta berbagai program prioritas pemerintah daerah.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *