detakpublik, CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur memperketat strategi penanganan anak tidak sekolah (ATS) dan peningkatan kualifikasi pendidikan warga. Melalui instruksi penyisiran hingga tingkat desa, Pemkab Cianjur menargetkan pemerataan akses pendidikan guna mendongkrak indikator Angka Harapan Sekolah (AHS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di wilayah tersebut.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa percepatan penanganan masalah pendidikan di daerahnya tidak lagi sekadar berorientasi pada capaian administratif atau kelulusan formal.
“Target pendidikan secara makro, kami ingin seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan. Kami fokus mengentaskan ATS sekaligus meningkatkan AHS dan RLS. Namun lebih dari itu, kami ingin anak-anak memiliki resiliensi dan ketahanan mental untuk menghadapi dunia nyata, tidak hanya selesai di atas kertas,” tegas Wahyu, Rabu (19/8/2026).
Langkah taktis yang ditempuh mencakup penerbitan surat edaran dan instruksi kepada Dinas Pendidikan serta perangkat desa untuk melakukan inventarisasi data by name by address. Penyisiran ini menyasar anak-anak yang rentan putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan agar segera mendapatkan akses pembelajaran resmi. Pemkab Cianjur juga menyatakan kesiapan alokasi dukungan anggaran daerah untuk menjamin keberlangsungan program ini.
Intervensi khusus turut diarahkan pada kelompok masyarakat usia dewasa. Data internal Pemkab Cianjur menunjukkan sekitar 70 persen warga dalam kelompok prioritas masih memiliki durasi RLS di bawah standar target daerah.
Untuk memangkas ketimpangan tersebut, Pemkab Cianjur mengoptimalkan program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C. Skema ini diintegrasikan langsung dengan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan kesetaraan tidak hanya mengantongi ijazah formal, tetapi juga memiliki keahlian terapan yang siap pakai di pasar kerja.(Red)

















