Cianjur Terima 120 Becak Listrik Produksi PINDAD Senilai 2,88 M dari YGSN, Segera Dibagikan Kepada Abang Becak

Berita, Cianjur5 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Sebanyak 120 unit becak listrik bantuan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) telah tiba di Kabupaten Cianjur dan segera disalurkan kepada pengemudi becak yang memenuhi kriteria penerima.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program yang dikaitkan dengan Prabowo Subianto Foundation (PSF). Becak listrik diproduksi PT Pindad dengan nilai sekitar Rp24 juta per unit. Dengan jumlah 120 unit, nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,88 miliar.

banner 336x280

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Sri Mulyani Rahayu, mengatakan proses pendataan dan penetapan penerima masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari yayasan dan pemerintah pusat.

“Rencana pembagian becak ini tergantung dari yayasan, dan yayasan juga menunggu dari pusat. Jadi semuanya ini tergantung dari pusat,” kata Sri kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Menurut Sri, bantuan tahap pertama tersebut terdiri atas 65 unit untuk wilayah Kota Cianjur, sementara unit lainnya dialokasikan ke wilayah Ciranjang dan Pagelaran.

Ia menyebutkan, penerima bantuan tidak dapat ditentukan secara bebas karena terdapat persyaratan khusus yang ditetapkan penyelenggara program. Salah satunya, calon penerima harus berusia minimal 55 tahun dan benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak.

“Minimal usianya 55 tahun ke atas. Harus asli pembecak dan nanti dites, jadi ketahuan mana yang pembecak dan bukan,” ujarnya.

Sri menjelaskan, bantuan tersebut bermula dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi seorang pengemudi becak lanjut usia di Surabaya. Pengemudi tersebut diketahui sedang membawa istrinya yang sakit.

“Awalnya Presiden bertemu di Surabaya dengan tukang becak yang sudah sepuh sedang membawa istrinya yang sakit. Dari situlah Presiden tergerak memberikan becak ini untuk meringankan beban mereka,” ungkapnya.

Sebanyak 120 unit becak listrik tersebut didatangkan dari PT Pindad ke Cianjur melalui jalur darat sekitar 10 hari sebelum diterima Pemkab Cianjur.

Dari sisi manfaat, Sri menilai kendaraan listrik tersebut dapat menjadi alternatif bagi pengemudi becak konvensional. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan tenaga listrik dinilai dapat mengurangi beban fisik pengemudi serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.

“Harga per unit itu Rp24 juta. Sebanyak 120 unit becak listrik tersebut didatangkan langsung dari Pindad ke Cianjur melalui jalur darat dan akan segera didistribusikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional,” katanya.

Sri menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, program tersebut direncanakan mencakup puluhan ribu becak di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Karena itu, mekanisme distribusi di daerah masih menunggu pengaturan pemerintah pusat dan yayasan.

Ia juga membuka kemungkinan adanya tahap kedua apabila masih terdapat pengemudi becak yang memenuhi persyaratan tetapi belum memperoleh bantuan.

“Menurut yayasan, waktu survei mungkin akan ada tahap kedua. Tapi itu pun kalau ada permintaan dan masih ada pembecak yang belum terbagi becaknya di tahap pertama,” ujarnya.

Di tengah proses distribusi, Dishub Cianjur juga masih mencermati aspek regulasi operasional becak listrik, terutama ketika kendaraan tersebut digunakan di jalan raya.

Sri mengatakan, hingga kini belum terdapat ketentuan khusus mengenai penomoran maupun perizinan operasional becak listrik. Namun, aspek keselamatan dan ketertiban lalu lintas tetap menjadi perhatian.

“Sejauh ini tidak ada aturan apa pun. Penomoran juga tidak ada tentang becak. Aturannya hanya tidak boleh melawan arus,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *