Cianjur Waspadai El Nino 2026, Varietas Padi Tahan Kekeringan Mulai Disiapkan

Berita, Cianjur13 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) meningkatkan status kewaspadaan sektor pertanian menyusul prediksi fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau ekstrem pada semester kedua 2026. Langkah antisipatif dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian dan memastikan ketahanan pangan daerah tetap stabil di tengah ancaman kekeringan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan anomali iklim tahun ini diperkirakan menyebabkan musim kering lebih panjang dan lebih intens dibandingkan kondisi normal, khususnya di wilayah Pulau Jawa termasuk Jawa Barat.

banner 336x280

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, sementara periode rawan kekeringan berlangsung sejak Juli hingga September. Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak terhadap produksi pangan,” ujar Dandan, Senin(18/5/2026).

Sebagai langkah mitigasi, DTPHPKP mulai memperkuat infrastruktur pendukung di sejumlah wilayah rawan kekeringan. Upaya tersebut meliputi optimalisasi jaringan irigasi, percepatan pembangunan embung dan sumur dangkal, hingga pengadaan pompanisasi untuk lahan pertanian dengan keterbatasan akses air.

Selain penguatan sarana air, pemerintah daerah juga mengarahkan petani menggunakan varietas padi tahan kekeringan guna menekan potensi kerugian akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau. Varietas yang direkomendasikan antara lain Inpari 38 hingga Inpari 46, Pajajaran, Cakrabuana, dan Situpatenggang.

DTPHPKP turut mengimbau petani menyesuaikan kalender tanam dan menghindari masa tanam padi pada puncak kemarau, khususnya Juli hingga Agustus, guna mencegah risiko puso atau gagal panen.

Menurut Dandan, penguatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, dan kelompok tani agar langkah mitigasi berjalan efektif di lapangan.

“Prioritas kami adalah menjaga produktivitas pertanian tetap aman di tengah ancaman El Nino, sehingga stabilitas ketahanan pangan Kabupaten Cianjur dapat terus terjaga,” tandasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *