Deteksi Dini Diperluas, Temuan Kasus HIV/AIDS di Cianjur Meningkat

Berita, Cianjur37 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melaporkan peningkatan temuan kasus HIV/AIDS dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari penguatan program deteksi dini (screening) yang kini dilakukan lebih agresif dan terarah.

Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menegaskan bahwa tren peningkatan angka tidak serta-merta mencerminkan lonjakan penularan yang tidak terkendali. Menurutnya, kondisi ini justru menunjukkan keberhasilan petugas kesehatan dalam mengungkap kasus yang sebelumnya tersembunyi.

banner 336x280

“Angka terlihat meningkat karena intensitas screening kami perkuat. Tanpa upaya ini, banyak kasus tidak terdeteksi dan berpotensi menjadi sumber penularan di masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Dinkes Cianjur memprioritaskan deteksi pada dua kelompok utama, yakni ibu hamil dan kelompok berisiko. Skrining pada ibu hamil difokuskan untuk mencegah penularan dari ibu ke anak, sementara kelompok berisiko mencakup individu dengan perilaku seksual tidak aman serta pengguna jarum suntik tidak steril.

Berdasarkan pemetaan terbaru, kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam temuan kasus. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Dinkes untuk memperkuat pendekatan berbasis komunitas yang lebih adaptif dan tepat sasaran.

Sebagai langkah responsif, Dinkes Cianjur mengintensifkan edukasi publik terkait pencegahan HIV/AIDS, dengan menekankan pentingnya perubahan perilaku sebagai faktor kunci pengendalian. Penularan, menurutnya, erat kaitannya dengan aktivitas berisiko seperti hubungan seksual tidak aman dan penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Di sisi lain, penguatan juga dilakukan di internal layanan kesehatan. Seluruh tenaga kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam tindakan medis yang berpotensi menimbulkan paparan.

Pemerintah Kabupaten Cianjur turut mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap empati terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta menghindari stigma sosial. Pemeriksaan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed