Dinkes Cianjur bersama Kemenhaj Gelar Pemeriksaan dan Vaksinasi, 73 Calon Jemaah Haji Siap Berangkat 2026

Berita, Cianjur4 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melalui Tim Kerja Surveilen Imunisasi dan Kesehatan Haji terus mematangkan persiapan kesehatan bagi calon jemaah haji tahun 2026.

Salah satu tahapan penting yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian vaksinasi sebagai syarat wajib keberangkatan ke Tanah Suci.

banner 336x280

Ketua Tim Kerja Surveilen Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Cianjur, Faizal Ali Akbar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan kesehatan haji yang harus dilalui setiap calon jemaah.

“Ini merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan haji untuk calon jemaah tahun 2026. Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan sekaligus pemberian vaksinasi yang menjadi salah satu syarat keberangkatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini tercatat sebanyak 73 calon jemaah haji telah mengikuti proses pemeriksaan dan dijadwalkan menjalani vaksinasi pada hari yang sama.

Namun sebelum divaksin, seluruh jemaah harus melalui tahapan screening kesehatan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan layak.

“Kita lakukan pemeriksaan ulang atau screening. Jemaah yang benar-benar dalam kondisi sehat akan langsung diberikan vaksinasi. Alhamdulillah, sejauh ini kondisi jemaah terlihat sehat dan diharapkan seluruh proses vaksinasi berjalan lancar,” katanya.

Selain pemeriksaan umum, pihaknya juga melakukan tes khusus bagi wanita usia subur sebagai langkah kewaspadaan dini terhadap kondisi kesehatan tertentu.

Tak hanya itu, calon jemaah juga akan mendapatkan manasik kesehatan berupa bimbingan khusus terkait kesiapan fisik selama menjalankan ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa jenis vaksin yang diberikan kepada calon jemaah haji, baik yang bersifat wajib maupun anjuran.

Faizal menyebutkan bahwa vaksin meningitis dan polio menjadi vaksin wajib, sementara vaksin influenza sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah perbedaan iklim ekstrem di Arab Saudi.

“Untuk vaksinasi, yang wajib itu meningitis dan polio. Sedangkan yang dianjurkan adalah influenza. Namun jika ada jemaah yang belum memiliki riwayat vaksin COVID-19, maka hari ini juga kita berikan vaksin tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, total terdapat empat jenis vaksin yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Setelah vaksinasi, para jemaah diimbau untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar, termasuk melalui pola hidup sehat dan aktivitas fisik ringan.

“Setelah divaksin, jemaah harus tetap menjaga kebugaran. Nanti juga akan ada program kebugaran yang kemungkinan dilaksanakan melalui Puskesmas atau dijadwalkan bersama Kementerian Agama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Faizal mengungkapkan bahwa mayoritas calon jemaah haji tahun ini didominasi oleh kelompok lanjut usia. Sekitar 60 persen di antaranya merupakan lansia, dengan usia tertua mencapai 82 tahun.

“Rata-rata jemaah kita lansia. Untuk masa berlaku vaksin, meningitis berlaku selama tiga tahun, influenza satu tahun, dan polio seumur hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, menegaskan bahwa seluruh proses vaksinasi tidak dipungut biaya karena telah difasilitasi oleh pemerintah.

“Tidak ada pungutan biaya karena ini merupakan fasilitas dari pemerintah. Untuk vaksin influenza memang tidak wajib, tapi sangat kami anjurkan karena perbedaan cuaca di sana cukup ekstrem,” katanya.

Emma juga menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah telah mengikuti vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan.

Hanya beberapa jemaah yang tidak hadir karena telah melakukan vaksinasi di daerah lain.

“Mayoritas sudah mengikuti. Ada dua jemaah yang sudah vaksin di Bandung karena domisili, selebihnya dilakukan di sini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh calon jemaah menjaga kesehatan menjelang keberangkatan, termasuk rutin berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik.

“Kami sarankan jemaah untuk membiasakan jalan kaki setiap hari, menjaga pola makan, dan tetap menjaga kesehatan. Karena ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat,” tambahnya.

Diketahui, usia jemaah tertua tahun ini mencapai 93 tahun, sementara yang termuda berusia 35 tahun.

Setelah tahapan vaksinasi, calon jemaah masih akan menjalani tes kebugaran di Puskesmas masing-masing sebelum keberangkatan.

“Secara keseluruhan persiapan hampir 100 persen. Tinggal tes kebugaran dan menunggu jadwal keberangkatan pada 17 Mei mendatang,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *