DPRD Cianjur Imbau Pemudik Prioritaskan Keselamatan, Antisipasi Cuaca dan Kondisi Jalan

Berita, Cianjur90 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 1447 Hijriah untuk mengutamakan keselamatan serta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan. Imbauan ini disampaikan menyusul prediksi meningkatnya volume kendaraan di sejumlah jalur utama saat arus mudik Lebaran.

Ketua DPRD Cianjur, Metty Triantika, mengatakan para pemudik diharapkan lebih waspada selama perjalanan, terutama karena arus kendaraan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan.

banner 336x280

“Perlu kewaspadaan selama perjalanan. Mudah-mudahan seluruh pemudik tetap dalam kondisi sehat,” ujar Metty kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi cuaca juga perlu menjadi perhatian serius. Saat ini wilayah Cianjur masih berada dalam musim hujan sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi pengguna jalan, khususnya di jalur menuju wilayah selatan Cianjur.

“Kita juga harus mengantisipasi faktor cuaca karena saat ini masih musim hujan. Pemudik harus lebih berhati-hati, terutama yang melintas menuju wilayah selatan,” katanya.

Metty juga mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan kesiapan sarana dan prasarana menjelang arus mudik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi infrastruktur jalan yang akan dilalui pemudik maupun wisatawan.

Ia menegaskan, meningkatnya mobilitas kendaraan saat Lebaran harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Penanganan jalan memiliki kewenangan yang berbeda, mulai dari pemerintah pusat untuk jalan nasional, pemerintah provinsi untuk jalan provinsi, hingga pemerintah kabupaten untuk jalan kabupaten. Namun untuk ruas jalan kabupaten yang dilalui pemudik, pemerintah daerah harus memastikan kondisinya layak dan aman,” tegas legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Berdasarkan data, total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 1.335 kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.028 kilometer atau 77 persen di antaranya telah berstatus jalan mantap.

Sementara itu, jajaran kepolisian juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik.

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan pemetaan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi bencana di jalur mudik maupun kawasan permukiman.

Menurut Alexander, wilayah selatan Cianjur menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus karena banyak ruas jalan yang berada di kawasan perbukitan dan tebing.

“Hasil pemetaan menunjukkan terdapat sekitar 18 titik rawan bencana hidrometeorologi di jalur menuju wilayah selatan, mulai dari Kecamatan Cibeber hingga kawasan pesisir di Kecamatan Cidaun,” ungkapnya.

Selain itu, potensi kerawanan juga teridentifikasi di wilayah utara Cianjur, khususnya di kawasan permukiman di Kecamatan Cipanas dan sekitarnya. Di daerah tersebut terdapat belasan titik yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.

“Semua titik rawan tersebut sudah kami petakan dan akan diantisipasi bersama pihak terkait agar arus mudik tetap aman,” tandasnya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *