Dugaan Teror Jelang Pilkades Cianjur, Dua Rumah Warga di Ciranjang Jadi Sasaran Pelemparan Molotov OTK

Berita, Kriminal44 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Eskalasi politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, memanas akibat aksi teror pelemparan benda yang diduga bom molotov pada Sabtu (31/10/2026) dini hari.

Dua kediaman yang menjadi sasaran aksi orang tidak dikenal (OTK) tersebut masing-masing milik anggota dan ketua tim sukses salah satu calon kepala desa. Peristiwa yang terjadi di Kampung Cibogo 2 dan Kampung Cibogo 3 ini berpotensi merusak kondusivitas warga menjelang hari pemungutan suara yang tinggal menghitung hari.

banner 336x280

Salah seorang korban, Budi, menuturkan bahwa dirinya baru menyadari kejadian tersebut pada Sabtu pagi setelah mendapat laporan dari sang istri mengenai keberadaan bekas pelemparan bom molotov di area depan rumah. Padahal, ia mengaku baru tiba di rumah sekitar pukul 04.00 WIB dan sempat bersantai di teras tanpa mencurigai gelagat apa pun.

Budi menduga kuat bahwa aksi intimidasi ini berkelindan dengan dinamika politik Pilkades yang tengah berlangsung.

“Saya menduga ini ada kaitannya dengan kontestasi Pilkades. Sebab, sasaran pelemparan bukan hanya rumah saya, melainkan juga kediaman ketua tim sukses kami,” kata Budi saat memberikan keterangan, Minggu (1/11/2026). Atas peristiwa tersebut, para korban telah resmi melapor ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan warga, jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur bersama Polsek Ciranjang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan barang bukti, mengolah lokasi kejadian, serta memeriksa sejumlah saksi kunci.

Kapolres Cianjur, AKBP Beddy Suwendi, menegaskan bahwa kepolisian bertindak cepat dengan menerjunkan tim intensif untuk membongkar identitas pelaku maupun motif di balik aksi teror tersebut. Meski demikian, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak spekulatif.

“Penyidik masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti materiil di lapangan. Kami belum dapat menyimpulkan apakah peristiwa ini murni berkaitan dengan kontestasi Pilkades atau ada faktor lain,” tegas Beddy.

Kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat Desa Mekargalih agar tetap tenang, menjaga kondusivitas lingkungan, serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya selama proses penyelidikan berlangsung. (DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *