El Nino Menguat, Pemkab Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Ancaman Karhutla

Berita, Cianjur70 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Pemerintah Kabupaten Cianjur, menetapkan status siaga darurat bencana menyusul meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino. Kondisi iklim yang diproyeksikan berada pada kategori kuat hingga sangat kuat tersebut meningkatkan risiko kekeringan sekaligus memperbesar potensi kebakaran di sejumlah kawasan, termasuk ekosistem konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, peningkatan kewaspadaan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat serta mengacu pada proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

banner 336x280

Menurut Wahyu, posisi geografis Cianjur di bagian selatan Pulau Jawa membuat wilayah tersebut turut menghadapi dampak signifikan dari kondisi cuaca kering yang dipicu penguatan El Nino.

“El Nino saat ini masih berjalan dengan kondisi kuat menuju sangat kuat. Kabupaten Cianjur termasuk salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan dengan kondisi cuaca saat ini,” ujar Wahyu, Senin (18/8/2026).

Ancaman tersebut telah terlihat dari meningkatnya kejadian kebakaran vegetasi. Salah satu yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah kebakaran di kawasan Gunung Gede Pangrango yang berdasarkan informasi sementara mencapai sekitar 20 hektare.

Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi gabungan dengan melibatkan pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, pengelola kawasan konservasi, relawan, serta berbagai pihak terkait. Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap hingga api berhasil dikendalikan.

Meski kebakaran telah tertangani, pemerintah masih mendalami penyebabnya. Faktor alam maupun aktivitas manusia menjadi dua kemungkinan yang masih ditelusuri untuk memastikan sumber pemicu kebakaran.

Wahyu menegaskan, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kelalaian manusia yang menyebabkan kebakaran hingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun pemerintah, pihak yang bertanggung jawab akan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Apabila terjadi kerugian yang dirasakan masyarakat maupun pemerintah, ini akan kami tindak lanjuti dan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Perkuat Kesiapsiagaan

Di tengah ancaman El Nino yang masih berlangsung, Pemkab Cianjur tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kesiapsiagaan diperkuat melalui koordinasi lintas sektor mulai dari unsur Forkopimda hingga pemerintahan desa. Armada pemadam dan peralatan pendukung juga disiagakan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan sistem peringatan dini atau early warning system untuk mempercepat penerimaan dan tindak lanjut laporan mengenai potensi kebakaran.

Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi kering membuat api berpotensi menyebar cepat, terutama pada kawasan dengan tutupan vegetasi yang mudah terbakar.

“Dengan kondisi yang berkembang saat ini, kami akan menyiagakan armada-armada untuk pemadaman api, termasuk dari rekan-rekan Forkopimda dan desa-desa. Semua menyiagakan armadanya. Kami juga menyiagakan early warning system agar segala laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat,” kata Wahyu.

Pemkab Cianjur juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama periode cuaca kering, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan meluasnya dampak El Nino terhadap lingkungan, kawasan hutan, dan keselamatan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *