Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Gandeng PDAM Siagakan Distribusi Air Bersih

Berita, Cianjur20 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Langkah antisipatif difokuskan pada penyediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Perumdam Tirta Mukti Cianjur, untuk memastikan ketersediaan pasokan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

banner 336x280

“Koordinasi dengan PDAM terus kami lakukan agar kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat,” kata Samudra, Selasa (11/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD saat ini tengah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan data kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan dan langkah penanganan darurat apabila kekeringan terjadi.

Meski data wilayah terdampak masih dalam tahap penyempurnaan, BPBD memastikan persiapan logistik dan skema distribusi air bersih telah mulai disusun guna mempercepat respons di lapangan.

Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara mandiri. Salah satunya melalui pembangunan sumur resapan yang dinilai mampu membantu menjaga cadangan air tanah saat curah hujan menurun.

“Pembuatan sumur resapan menjadi salah satu langkah preventif yang penting untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering membuat kawasan hutan dan lahan terbuka lebih rentan terbakar.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sumber api di area terbuka dan kawasan hutan.

Dengan penguatan kesiapsiagaan logistik, pemetaan daerah rawan, serta edukasi kepada masyarakat, Pemkab Cianjur berharap dampak musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan, baik dari sisi ketersediaan air bersih maupun risiko bencana kebakaran.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *