Jelang Mudik 2026: Polres Cianjur Petakan Titik Krusial dan Siapkan Jalur Alternatif

Berita, Cianjur17 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Satlantas Polres Cianjur resmi memulai pemetaan teknis titik rawan kepadatan kendaraan guna menyambut arus mudik Lebaran 2026. Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin kelancaran Operasi Ketupat Lodaya, khususnya di jalur penghubung strategis menuju Bogor, Bandung, dan Sukabumi.

Identifikasi ‘Trouble Spot’ di Wilayah Perbatasan

banner 336x280

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi, melalui Kasatlantas AKP Aang Andi Suhandi, mengungkapkan bahwa penumpukan volume kendaraan diprediksi terjadi di titik-titik pertemuan aktivitas ekonomi dan perlintasan sebidang.

Berdasarkan data terkini, berikut adalah lokasi prioritas pengawasan:

Arah Bandung: Perlintasan KA Cipeuyeum (Haurwangi) dan area Pasar Ciranjang.

Arah Sukabumi: Ruas jalan Warungkondang dan Gekbrong.

Jalur Puncak (Bogor): Area Pasar Cipanas yang rawan penyempitan arus (bottleneck).

Strategi Intervensi: Tim Urai dan Rekayasa Lalu Lintas

Untuk memitigasi stagnasi kendaraan, Satlantas telah membentuk empat tim urai khusus yang bersifat mobile. Tim ini akan disiagakan di titik-titik krusial untuk melakukan intervensi cepat jika terjadi kepadatan mendadak.

Selain penyiagaan personel, kepolisian juga telah mematangkan dua jalur alternatif utama bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di jalur Puncak:

Jalur Sukaluyu: Akses melalui Tugu Kuda Kosong.

Jalur Jonggol: Akses melalui Tugu Pramuka (Karangtengah) menuju Bogor/Jakarta.

Koordinasi Infrastruktur dan Keamanan Berkendara

Pihak kepolisian mencatat adanya beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan fisik. Terkait hal ini, AKP Aang menegaskan telah menjalin koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian PUPR dan Dinas PUTR untuk mempercepat perbaikan sebelum masa mudik tiba.

“Kami mengimbau pemudik untuk memastikan kondisi fisik kendaraan tetap prima, terutama saat melintasi jalur menanjak di Gekbrong dan Puncak. Pantau terus informasi terkait skema one way atau contraflow yang akan diberlakukan secara situasional,” ujar AKP Aang Andi Suhandi, Jumat (13/3/2026).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *