Kejar Peningkatan IPM, Pemkab Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi

Berita, Cianjur17 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Suryakancana (Unsur) Tahun Akademik 2026/2027.

Dalam sambutannya, Wahyu menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur pada Selasa 01/09/2026

banner 336x280

Ia mengakui, berdasarkan data yang ada, IPM Kabupaten Cianjur masih berada di peringkat terbawah di Jawa Barat. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, terutama dalam bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

“Kami menyadari, dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Jawa Barat, Cianjur masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik di bidang ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Cianjur terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pemangku kepentingan lainnya, guna meningkatkan kualitas pembangunan manusia.

Menurut Wahyu, peningkatan IPM tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik. Lebih dari itu, peningkatan tersebut harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui membaiknya kesejahteraan ekonomi, kualitas kesehatan, dan tingkat pendidikan.

Ia menyebut, IPM Kabupaten Cianjur pada periode terakhir mengalami peningkatan sekitar 0,95 poin. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan peningkatan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap peningkatan ini bisa terus stabil, bahkan lebih tinggi lagi pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Ke depan, lanjut Wahyu, Pemkab Cianjur akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Cianjur. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, upaya meningkatkan IPM tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Masih banyak langkah yang dapat dilakukan dengan biaya relatif minim, salah satunya melalui penguatan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

“Upaya meningkatkan IPM tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Masih banyak hal yang bisa kita lakukan dengan biaya yang relatif minim, salah satunya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa, baik yang bersumber dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun lembaga dari luar negeri,” katanya.

Anak-anak usia wajib belajar, kata Wahyu, akan terus didorong untuk mengenyam pendidikan formal. Sementara masyarakat yang telah melewati usia wajib belajar juga diharapkan tetap memiliki kesempatan meningkatkan jenjang pendidikannya melalui jalur pendidikan nonformal.

“Anak-anak usia wajib belajar harus kita dorong untuk bersekolah. Sementara bagi masyarakat yang sudah melewati usia wajib belajar, mereka juga perlu didorong untuk meningkatkan pendidikannya melalui jalur nonformal,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, langkah tersebut penting untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat Cianjur. Sebab, capaian rata-rata lama sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan generasi muda, tetapi juga oleh pendidikan masyarakat dari generasi sebelumnya, termasuk warga yang tidak pernah mengenyam pendidikan atau hanya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sekolah dasar.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *