Kemarau Ancam Lumbung Padi Cianjur Timur, Pemkab Perkuat Irigasi dan Antisipasi Kekeringan

Berita, Cianjur21 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang mengancam kawasan pertanian di wilayah timur Cianjur selama musim kemarau. Daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi utama tersebut dinilai rentan mengalami penurunan pasokan air, terutama pada areal persawahan yang berada di bagian hilir jaringan irigasi.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Ali, mengatakan wilayah yang selama ini paling rawan terdampak kekeringan berada di ujung saluran irigasi, di antaranya Kecamatan Haurwangi, Ciranjang, serta sebagian Bojongpicung.

banner 336x280

“Setiap musim kemarau, sawah yang berada di ujung jaringan irigasi menjadi lokasi yang paling rentan karena debit air kerap tidak mampu menjangkau kawasan tersebut,” ujar Ali, Selasa (21/7/2026).

Untuk meminimalkan dampak kekeringan, DTPHPKP bersama instansi teknis telah melakukan normalisasi dan pengerukan pada sejumlah jaringan irigasi, termasuk Daerah Irigasi (DI) Cihea dan DI Ciherang-Cibanteng. Upaya tersebut dilakukan guna mengurangi sedimentasi yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian.

Selain penanganan di tingkat kabupaten, pemerintah daerah juga mengusulkan rehabilitasi sembilan daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk jaringan irigasi di wilayah Cibeber yang memiliki areal pertanian cukup luas.

Menurut Ali, peningkatan kualitas infrastruktur irigasi menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian di tengah ancaman musim kemarau. Pemerintah berharap distribusi air ke lahan sawah dapat berlangsung lebih optimal sehingga produktivitas petani tetap terjaga.

Di sisi lain, Pemkab Cianjur berharap musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lebih lama dari perkiraan. Pasalnya, keberhasilan menjaga ketersediaan air irigasi menjadi faktor penting dalam mendukung target produksi pertanian sekaligus menyukseskan program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah.

“Harapannya kemarau tidak berkepanjangan sehingga target produksi pertanian dan upaya mewujudkan swasembada pangan dapat tercapai sesuai rencana,” kata Ali.(dj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *