Longsor Putus Akses Wisata Megalitikum Gunung Padang, Evakuasi Dikebut dan Warga Dievakuasi

Berita, Peristiwa9 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah Kabupaten Cianjur. Akses utama menuju Situs Megalitikum Gunung Padang terputus total setelah longsor menimbun ruas jalan Cipadang–Lampegan di Kampung Puncak Salak, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Rabu (22/4/2026) malam.

Peristiwa dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam, hingga menyebabkan tebing setinggi sekitar 60 meter runtuh. Material berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan sepanjang 50 hingga 100 meter, melumpuhkan mobilitas warga serta aktivitas wisata di jalur strategis tersebut.

banner 336x280

Dampak Meluas dan Akses Terhenti

Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menyatakan longsor terjadi di Kilometer 3 arah Gunung Padang, yang merupakan satu-satunya akses utama menuju kawasan situs prasejarah tersebut.

“Upaya pembersihan sempat dilakukan secara swadaya oleh warga sejak pagi, namun volume material terlalu besar sehingga membutuhkan alat berat. Saat ini penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Akibat kejadian ini, arus kendaraan dari dan menuju kawasan wisata terhenti total. Selain berdampak pada sektor pariwisata, kondisi tersebut juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada jalur tersebut.

Penanganan Darurat Terpadu

Pemerintah daerah bersama unsur terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur telah mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor di titik terdampak.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur diturunkan untuk membersihkan sisa lumpur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan akibat kondisi licin pasca-evakuasi.

Pengawasan kondisi lereng juga terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan, mengingat struktur tanah di lokasi dinilai masih labil.

Permukiman Terancam, Warga Mengungsi

Petugas BPBD, Wahyudin Soleh, mengungkapkan bahwa longsor tidak hanya berdampak pada infrastruktur jalan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Dua rumah yang berada tepat di bawah lereng dilaporkan dalam kondisi rawan terdampak longsor lanjutan.

“Penghuni telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi. Kami masih melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan tanah di sekitar titik longsor,” jelasnya.

Imbauan dan Proyeksi Penanganan

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan dan wisatawan, untuk menunda perjalanan menuju Gunung Padang hingga proses evakuasi dinyatakan selesai. Alternatif jalur sementara masih dalam tahap kajian.

Dengan prakiraan cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, warga di kawasan perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap retakan tanah, aliran air tidak normal, maupun tanda-tanda longsor lainnya.

Hingga Kamis siang, proses pembersihan masih berlangsung dengan melibatkan tim gabungan. Otoritas setempat menargetkan akses jalan dapat segera dibuka, minimal dengan skema buka-tutup, sambil memastikan faktor keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *