Mahasiswa PTNU Geruduk DLH Cianjur, Kritik Kinerja DLH dan Ketimpangan Layanan

Berita, Cianjur128 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) bersama elemen afiliasi NU menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Kamis (30/4/2026). Aksi tersebut menjadi ekspresi protes atas dinilai buruknya tata kelola persampahan yang kian memburuk.

Sebagai bentuk simbolik, massa aksi membawa dan menumpahkan sampah di halaman kantor dinas. Aksi yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu mendapat pengawalan aparat kepolisian dan menarik perhatian warga sekitar.

banner 336x280

Koordinator lapangan, Syahrul Ramadhan, menyampaikan bahwa persoalan sampah di Cianjur telah memasuki fase darurat, terutama saat musim penghujan. Ia mengungkapkan tiga persoalan utama yang menjadi sorotan.

Pertama, ketidakjelasan data dan lokasi titik pembuangan resmi. Mahasiswa mengaku tidak memperoleh informasi pasti dari pihak DLH terkait jumlah maupun persebaran titik pembuangan sampah. Kedua, minimnya layanan di wilayah Cianjur Selatan yang disebut tidak memiliki fasilitas pembuangan resmi maupun armada pengangkut. Ketiga, kondisi kawasan pusat pemerintahan yang dinilai kumuh akibat sampah yang tidak tertangani secara optimal, terutama pada jam-jam pagi.

“Ini bukan lagi persoalan rutin, tapi sudah darurat. Warga di wilayah selatan bahkan tidak memiliki akses layanan dasar persampahan,” ujar Syahrul di lokasi aksi.

Ia juga menyoroti citra pusat kota yang dinilai tidak mencerminkan tata kelola lingkungan yang baik. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi merusak wajah daerah di mata publik.

Kekecewaan massa semakin meningkat setelah Kepala DLH tidak hadir untuk menemui peserta aksi. Dialog yang dilakukan bersama Sekretaris Dinas DLH, Prihadi Wahyu Santosa, dinilai belum menjawab substansi persoalan, khususnya terkait ketersediaan armada dan data titik pembuangan.

Mahasiswa menyatakan telah menempuh prosedur administratif sebelum aksi, termasuk melayangkan surat pemberitahuan kepada instansi terkait. Namun, absennya pimpinan dinilai sebagai bentuk kurangnya respons terhadap aspirasi publik.

Aliansi BEM PTNU menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah serta pembenahan internal di tubuh DLH.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DLH Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, menyebut aksi mahasiswa sebagai masukan konstruktif. Ia menyatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan serta mendorong perbaikan kebijakan ke depan.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah saat ini tengah diarahkan pada pendekatan dari hulu ke hilir, sesuai kebijakan pemerintah pusat. Meski demikian, ia mengakui layanan persampahan di Cianjur belum menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan selatan.

“Kami masih mengkaji pola yang tepat agar implementasi di lapangan bisa efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Aksi ini kembali menyoroti lemahnya tata kelola dan perencanaan sektor persampahan di daerah. Ketiadaan data yang terintegrasi, terbatasnya armada, serta ketimpangan layanan antarwilayah menjadi indikator perlunya reformulasi kebijakan yang lebih sistematis, berbasis kebutuhan, dan berorientasi pada pelayanan publik. (D.jatnika)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *