Pasokan Air Irigasi Tetap Stabil di Tengah Musim Kemarau, PUTR Cianjur Intensif Pantau Jaringan Irigasi

Berita, Cianjur10 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur memastikan ketersediaan air pada jaringan irigasi di wilayahnya masih dalam kondisi aman meski musim kemarau mulai berlangsung. Hingga pertengahan Juli 2026, pemerintah daerah belum menerima laporan adanya kekeringan maupun gangguan pasokan air yang berdampak terhadap lahan pertanian.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Asep Femi Lukman, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah bendung, sungai, dan saluran irigasi menunjukkan debit air masih relatif stabil sehingga kebutuhan air untuk pertanian tetap dapat terpenuhi.

banner 336x280

“Alhamdulillah, sampai saat ini pasokan air ke irigasi, termasuk di daerah bendung dan aliran sungai, relatif masih aman. Dampak kemarau belum meluas dan kami belum menerima laporan adanya kekeringan dari lapangan. Mudah-mudahan kondisi ini bertahan,” ujar Asep Femi, Senin(20/7/2026).

Meski kondisi masih terkendali, Dinas PUTR tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pemantauan di seluruh daerah irigasi. Setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Infrastruktur Irigasi (PII) diminta melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi debit air serta potensi penurunan pasokan selama musim kemarau.

Pemantauan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara UPTD PII, Balai PII, dan kelompok mitra cai atau perkumpulan petani pemakai air. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga distribusi air tetap merata sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi penurunan debit di wilayah tertentu.

Secara kewenangan, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengelola sekitar 164 jaringan irigasi primer dan sekunder dengan cakupan daerah irigasi kurang dari 1.000 hektare. Selain itu, terdapat hampir 700 jaringan irigasi skala desa yang berada di bawah pengelolaan pemerintah desa.

Di tingkat provinsi, terdapat tujuh jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan cakupan layanan antara 1.000 hingga 3.000 hektare. Sementara itu, satu jaringan irigasi strategis dengan luas layanan lebih dari 3.000 hektare dikelola pemerintah pusat.

Dengan kondisi debit air yang masih stabil serta pengawasan yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kebutuhan air irigasi bagi sektor pertanian tetap terjaga sepanjang musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan produktivitas pertanian sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan apabila intensitas kemarau meningkat dalam beberapa bulan mendatang.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *