Protes Makan Bergizi Gratis dan Stabilitas Ekonomi, Aliansi Mahasiswa Cianjur Lumpuhkan Jalur Protokol

Berita, Cianjur14 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cianjur menggelar aksi unjuk rasa di pusat Kota Cianjur, Rabu (17/6/2026). Massa menyuarakan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional yang dinilai semakin tertekan.

Aksi diawali dengan longmarch dari kawasan Jalan Pasir Gede Raya menuju Bundaran Tugu Lampu Gentur. Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, massa memadati area tersebut dan menyampaikan aspirasi melalui orasi. Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berhadapan dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang melakukan pengamanan.

banner 336x280

Dalam aksinya, mahasiswa menutup sementara akses jalan utama penghubung Cianjur–Puncak. Penutupan ini mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan KH Abdullah bin Nuh dan Jalan Ir H Juanda, dengan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter.

Koordinator aksi, Irsan, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kami membawa lima tuntutan utama, mulai dari evaluasi program MBG dan KDMP, penghentian pemborosan anggaran yang tidak pro-rakyat, hingga langkah konkret pemerintah dalam menstabilkan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi indikator belum pulihnya kondisi ekonomi nasional. Dampak dari situasi tersebut, kata dia, paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah melalui menurunnya daya beli.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Agus Rama, menyoroti implementasi Program MBG yang dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan. Selain adanya insiden keracunan di beberapa daerah, mahasiswa juga mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam penegakan aturan perizinan.

“Ketika pelaku usaha ditertibkan karena belum mengantongi izin, maka standar yang sama seharusnya diterapkan terhadap seluruh pihak tanpa pengecualian,” tegas Agus.

Mahasiswa menilai evaluasi terhadap program strategis nasional tersebut penting dilakukan guna memastikan aspek keamanan pangan, tata kelola, serta kepatuhan regulasi berjalan optimal.

Selain menyampaikan tuntutan kepada pemerintah pusat, massa juga meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur berperan aktif menjembatani aspirasi mereka. Mahasiswa mengingatkan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila dialog dan penyampaian aspirasi tidak mendapat respons.

Hingga aksi berakhir, aparat keamanan tetap berjaga untuk memastikan situasi berlangsung kondusif. Meski demikian, gangguan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Cianjur masih terjadi hingga sore hari.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *