detakpublik, CIANJUR – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur mencatat capaian signifikan dalam pengadaan gabah pada awal 2026. Hingga pertengahan April, realisasi penyerapan telah mencapai 45.017 ton atau 91,41 persen dari target tahunan sebesar 49.247 ton, menempatkan kinerja triwulan I pada level yang relatif tinggi.
Pimpinan Cabang Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, menyebut capaian tersebut menjadi indikator kuatnya intervensi pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasar sekaligus memperkuat posisi petani di tengah fluktuasi harga.
“Penyerapan yang tinggi ini tidak hanya memperkuat cadangan pangan, tetapi juga menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan kompetitif,” ujarnya, Selasa(28/4/2026).
Seiring peningkatan serapan, stok beras di gudang Bulog Cianjur kini tercatat mendekati 21 ribu ton. Volume tersebut dinilai memadai untuk menjaga kesinambungan pasokan serta meredam gejolak harga beras di pasar dalam jangka pendek hingga menengah.
Di sisi lain, Bulog juga mengakselerasi program penyaluran bantuan pangan beras. Dari total alokasi 8.073 ton yang ditujukan bagi penerima manfaat di 32 kecamatan, realisasi distribusi baru mencapai 2.921 ton atau sekitar 36 persen, dengan cakupan sementara di 11 kecamatan.
Sri menegaskan percepatan distribusi menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Sisa alokasi sekitar 5.152 ton akan didorong penyalurannya agar menjangkau 21 kecamatan yang belum terlayani.
“Percepatan ini penting agar bantuan segera diterima masyarakat dan berkontribusi langsung dalam menjaga daya beli serta mengendalikan tekanan inflasi pangan,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara optimalisasi penyerapan gabah dan percepatan distribusi bantuan menjadi instrumen kunci dalam menjaga stabilitas pangan daerah, sekaligus memperkuat fungsi Bulog sebagai penyangga ketersediaan dan harga pangan.

















