RSUD Sayang Ungkap Penyebab Pasien Membludak, Banyak Kasus Tak Masuk Kategori Gawat Darurat

Berita, Cianjur7 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – RSUD Sayang Cianjur menyoroti masih belum optimalnya pelaksanaan sistem rujukan berjenjang di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya angka kunjungan pasien ke rumah sakit. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya beban pelayanan dan berpotensi menghambat penanganan kasus yang benar-benar membutuhkan tindakan medis segera.

Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Yuli Hendriyani, mengatakan banyak pasien yang datang ke rumah sakit melalui rujukan langsung tanpa melalui proses triase dan penyaringan medis yang memadai di tingkat puskesmas maupun klinik. Akibatnya, rumah sakit harus menangani berbagai kasus dengan tingkat urgensi yang beragam dalam waktu bersamaan.

banner 336x280

Menurutnya, fenomena tersebut menyebabkan sumber daya tenaga kesehatan serta fasilitas pelayanan harus terbagi untuk menangani pasien yang sebenarnya masih dapat memperoleh layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Masih ada pasien yang datang menggunakan ambulans desa, padahal kondisinya belum masuk kategori gawat darurat,” ujar dr. Yuli, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, sistem rujukan berjenjang dirancang untuk memastikan setiap pasien mendapatkan layanan sesuai kebutuhan medisnya. Dengan mekanisme tersebut, kasus-kasus yang masih dapat ditangani di FKTP seharusnya tidak langsung dirujuk ke rumah sakit sehingga pelayanan bagi pasien dengan kondisi darurat dapat lebih optimal.

Pelayanan Tetap Berjalan Optimal

Meski menghadapi lonjakan kunjungan pasien, RSUD Sayang memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur. Prioritas penanganan tetap diberikan kepada pasien dengan tingkat kegawatdaruratan tinggi guna menjamin keselamatan dan kualitas layanan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, RSUD Sayang mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah desa, pengelola ambulans desa, puskesmas, klinik, serta rumah sakit. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman seluruh pihak mengenai mekanisme rujukan dan peran masing-masing fasilitas kesehatan dalam sistem pelayanan.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga perlu diperluas agar warga memahami jalur pelayanan kesehatan yang tepat, sehingga rumah sakit dapat lebih fokus menangani kasus-kasus yang memerlukan layanan spesialistik dan tindakan darurat.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Karena itu, pemahaman mengenai fungsi FKTP sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan perlu terus diperkuat agar sistem rujukan berjalan lebih efektif,” kata dr. Yuli.

Penguatan sistem triase dan rujukan berjenjang dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas layanan kesehatan, mengurangi kepadatan rumah sakit, serta memastikan pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan medisnya.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *