Seorang Jemaah Haji Asal Cianjur Pulang Lebih Awal Akibat Gangguan Kesehatan

Berita, Cianjur14 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Cianjur dilaporkan telah kembali ke Indonesia lebih awal dari jadwal kepulangan rombongannya melalui proses tanazul.

Kepulangan lebih cepat tersebut dilakukan karena kondisi kesehatan jemaah yang sempat mengalami penurunan saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

banner 336x280

Jemaah haji tersebut diketahui bernama Ii Safei Pii, warga Kampung Pakemitan RT 006 RW 005, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Pria lanjut usia berusia 88 tahun itu sebelumnya tergabung dalam Kloter 24 JKS namun harus menjalani proses pemindahan kloter akibat kondisi kesehatannya.

Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur, H. Herriyanto, S.Pd.I., M.A.P., menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Ii Safei sempat menurun akibat saturasi oksigen yang anjlok.

Selain itu, yang bersangkutan juga memiliki riwayat penyakit asma sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif.

“Beliau sempat mengalami penurunan saturasi oksigen dan memiliki riwayat asma. Karena kondisi tersebut, beliau dinyatakan tidak layak terbang atau unfit to fly sehingga harus menjalani perawatan,” ujar Herriyanto.

Ia menjelaskan, setelah mendapatkan perawatan selama satu hari, kondisi kesehatan Ii Safei berangsur membaik.

Tim medis kemudian menyatakan bahwa beliau sudah layak untuk melakukan perjalanan udara sehingga proses pemulangan segera diupayakan.

Untuk itu, pihak penyelenggara ibadah haji melakukan proses degradasi atau pemindahan ke Kloter 11 JKS asal Kota Bekasi yang masih memiliki kursi kosong.

“Alhamdulillah, setelah dinyatakan layak terbang, beliau bisa diberangkatkan bersama Kloter 11 JKS. Ini merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan agar jemaah tetap mendapatkan hak kepulangan dengan aman dan nyaman,” katanya.

Ii Safei akhirnya tiba di Indonesia pada 13 Juni 2026, jauh lebih awal dibandingkan jadwal kepulangan Kloter 24 JKS asal Cianjur yang baru dijadwalkan kembali pada 27 Juni 2026.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, jemaah lansia tersebut langsung dijemput oleh tim kesehatan dan petugas Kemenhaj Kabupaten Cianjur.

Selanjutnya, beliau diantar langsung menuju kediamannya di Kecamatan Ciranjang tanpa harus menjalani proses transit di asrama haji.

Pihak Kemenhaj juga telah melakukan serah terima secara resmi kepada pihak keluarga.

Seluruh barang bawaan jemaah, mulai dari koper besar, koper kecil hingga air zam-zam, dipastikan diterima dengan lengkap dan aman.

Saat ini, kondisi Ii Safei dilaporkan dalam keadaan sehat dan stabil. Meskipun demikian, terdapat pembengkakan pada bagian perut yang masih memerlukan observasi medis lebih lanjut di tanah air.

Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan tindakan medis lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dokter.

Herriyanto menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan jemaah tersebut dan berkoordinasi dengan keluarga agar penanganan medis dapat berjalan optimal.

“Kami berharap kondisi beliau semakin membaik. Yang terpenting saat ini beliau sudah berada di tengah keluarga dan mendapatkan penanganan yang lebih dekat serta mudah dipantau,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kondisi jemaah haji asal Kabupaten Cianjur lainnya yang masih berada di Arab Saudi, Herriyanto memastikan secara umum seluruhnya dalam keadaan sehat.

Menurut data terbaru, sebanyak 72 jemaah haji asal Cianjur masih berada di Madinah dan sedang mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah air.

Berdasarkan laporan dari ketua kloter dan tim pendamping, tidak ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan serius maupun harus menjalani perawatan medis.

Selain itu, sebanyak 72 jemaah haji asal Cianjur yang tergabung dalam Kloter 24 JKS dijadwalkan mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada 27 Juni 2026.

“Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan petugas di Tanah Suci. Alhamdulillah, seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi dalam kondisi sehat dan siap untuk kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” pungkas Herriyanto, saat ditemui Wartawan pada Salasa 23 Juni 2026 diruangan kantor Kemenhaj Kabupaten Cianjur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *