Terapkan Inpres 10/2026, Cianjur Ditunjuk Jalankan Sekolah Nasional Terintegrasi

Berita, Cianjur18 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR — Kabupaten Cianjur resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 17 daerah di Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Program strategis pemerintah pusat ini dirancang untuk mendongkrak mutu pendidikan daerah dan mencetak lulusan berdaya saing global.

Kepastian penunjukan tersebut merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi, yang direspon cepat melalui usulan resmi Pemerintah Kabupaten Cianjur pada Mei 2026.

banner 336x280

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengonfirmasi bahwa seluruh skema operasional SNT di Cianjur akan menerapkan sistem konsolidasi dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian—atau Balai Vedca—di Kecamatan Karangtengah.

“Hasil verifikasi lapangan pada Sabtu (25/7/2026) menunjukkan kesiapan sarana dan prasarana. Untuk tahap awal, dibuka dua rombongan belajar (rombel) jenjang SMP kapasitas 40 siswa dan dua rombel jenjang SMA kapasitas 40 siswa,” ujar Ruhli saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).

Konsep SNT sendiri menggabungkan jenjang pendidikan SMP dan SMA secara berkelanjutan. Kurikulum yang diterapkan memadukan elemen nasional, muatan lokal, dan standar internasional. Seluruh operasional dan tata kelola program ini diampu langsung oleh pemerintah pusat melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), dengan Disdikpora Cianjur berperan sebagai fasilitator daerah.

Ruhli menegaskan, sasaran utama SNT adalah peserta didik berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Meski demikian, aspek keadilan sosial tetap diakomodasi melalui alokasi kuota afirmasi sebesar 10 persen bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Guna menunjang efektivitas pembelajaran, seluruh siswa terpilih dibebaskan dari biaya pendidikan. Pemkab dan pusat juga menyalurkan fasilitas cuma-cuma, meliputi seragam, satu unit laptop untuk tiap siswa, moda transportasi bus sekolah, serta akses penuh ke fasilitas penunjang olahraga seperti sarana tenis, renang, dan futsal yang ada di kompleks BBPPMPV.

Proses rekrutmen peserta didik telah berjalan sejak sosialisasi tingkat SMP pada 21 Juli 2026, dilanjutkan tenggat pendaftaran pada 24–27 Juli 2026. Program ini diharapkan menjadi benchmark baru pendidikan modern di Jawa Barat dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di pasar kerja global.(dj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *