Tes Akademik Pilkades Cianjur Diikuti 32 Bacakades dari Lima Kecamatan, Lima Posisi Hasil Test Tertinggi Bakal Lolos

Berita, Cianjur26 Dilihat
banner 468x60

detakpublik, CIANJUR — Sebanyak 32 bakal calon kepala desa (bacakades) dari lima desa di lima kecamatan mengikuti tes seleksi akademik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Aula Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Minggu (20/9/2026). Ujian tertulis ini digelar untuk menyaring maksimal lima calon terbaik yang berhak maju ke tahapan penetapan.

Seluruh peserta tercatat berasal dari Kecamatan Cidaun, Agrabinta, Campakamulya, Ciranjang, dan Bojongpicung. Proses seleksi akademik yang berlangsung selama satu hari tersebut dirancang transparan demi menjaga integritas tahapan Pilkades.

banner 336x280

Ketua Pelaksana Tes Akademik Pilkades, Dr. Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pelaksanaan tes dilakukan secara terbuka dengan pengawasan langsung guna menjamin akuntabilitas penilaian.

“Pelaksanaannya satu hari dan mudah-mudahan hari ini sudah final. Penghitungan nilai dilakukan secara langsung dan terbuka sekitar 1,5 jam setelah tes selesai, karena kami menerima amanah penuh dari pemerintah daerah,” ujar Dedi di Gedung Fakultas Hukum Unsur Cianjur.

Dedi menjelaskan, para peserta diuji melalui 50 soal pilihan ganda yang mencakup materi otonomi daerah, tata kelola pemerintahan, pengetahuan umum, serta regulasi pemerintahan desa. Tingkat kesulitan materi telah disesuaikan dengan kualifikasi pendidikan minimal para calon, yakni jenjang SMP hingga SMA.

Hasil tes akademik ini nantinya tidak berdiri sendiri. Panitia akan mengakumulasikan nilai ujian dengan skor seleksi administrasi yang sebelumnya telah dikantongi panitia tingkat desa. Penggabungan dua komponen nilai tersebut akan menentukan pemeringkatan satu hingga lima besar.

Guna mengantisipasi sengketa hasil, panitia telah menyiapkan mekanisme lanjutan jika terjadi kesamaan skor akhir antarpeserta.

“Jika dalam penggabungan nilai akhir terdapat skor yang identik, kami akan menggelar seleksi akademik tambahan khusus bagi peserta bersangkutan,” tegas Dedi.

Dukungan akademis juga disampaikan Wakil Dekan I Universitas Suryakancana, Dr. Cucu. Ia menyebut keterlibatan perguruan tinggi bertujuan menjaga objektivitas penilaian agar kepala desa yang terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan dan manajerial yang teruji.(DJ)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *