Hadapi El Nino, Bulog Cianjur Amankan 30 Ribu Ton Beras dan Siapkan 3 Strategi Pangan

Berita, Cianjur109 Dilihat
banner 468x60

detakpublik,CIANJUR – Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur memastikan ketersediaan cadangan beras aman terkendali guna menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Saat ini, stok beras di gudang Bulog telah menembus angka 30 ribu ton, jumlah yang diklaim mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah Cianjur dan Sukabumi hingga empat bulan ke depan.

Untuk menjaga stabilitas sirkulasi pangan tersebut, Bulog menerapkan tiga strategi utama: penguatan stok melalui penyerapan gabah lokal, optimalisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta percepatan penyaluran bantuan pangan nasional.

banner 336x280

“Jika nanti terjadi kekeringan yang memicu penurunan produktivitas atau gagal panen, cadangan kita sudah sangat siap. Masyarakat Cianjur dan Sukabumi tidak perlu panik terkait ketersediaan beras,” ujar Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, Jumat (10/7/2026).

Sebagai pilar strategi pertama, Bulog terus menggenjot penyerapan gabah dari petani lokal di Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Sukabumi. Hingga Juli 2026, realisasi penyerapan tercatat telah mencapai 130 persen dari target awal yang ditetapkan.

“Kendati target tahunan sudah terlampaui, kami tidak berhenti menyerap hasil panen demi mempertebal bantalan stok menghadapi risiko kemarau panjang,” lanjut Azwar.

Dalam proses penyerapan ini, Bulog tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai harga dasar jaminan. Meski demikian, Bulog bersikap fleksibel jika harga di tingkat petani sedang tinggi.

“Kalau di lapangan harga merangkak naik ke Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram, kami mempersilakan petani menjual langsung ke pasar agar mereka mendapatkan keuntungan yang lebih optimal,” tambahnya.

Strategi kedua bertumpu pada intervensi pasar melalui penyaluran beras SPHP. Program ini difungsikan sebagai instrumen pengendali harga (inflasi) di tingkat pedagang eceran dengan mematok harga jual di bawah harga pasar. Azwar menjamin kualitas beras SPHP yang disalurkan bermutu baik karena bersumber langsung dari hasil panen raya lokal.

Sementara itu, lini pertahanan ketiga adalah percepatan program bantuan pangan nasional yang berbasis pada hasil rapat koordinasi pemerintah pusat. Pada tahun 2026 ini, program bantuan pangan dipastikan berlanjut selama tiga bulan berturut-turut.

Di wilayah kerja Bulog Cianjur, program jaring pengaman sosial ini membidik sekitar 400 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di wilayah Cianjur dan Sukabumi raya. Setiap KPM nantinya akan menerima alokasi bantuan sebesar 10 kilogram beras per bulan.

“Lewat bantuan pangan struktural ini, beban pemenuhan pokok masyarakat berpenghasilan rendah dapat dialihkan. Efek dominonya, permintaan di pasar umum akan tersaring, sehingga lonjakan harga akibat hukum pasar dapat ditekan,” pungkas Azwar.(Dj)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *